Tampilkan postingan dengan label Motifasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motifasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Februari 2013

Empat Lilin


Ada empat lilin yang menyala,
Sedikit demi sedikit habis meleleh
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.
Lilin pertama berkata:
“Aku adalah damai”namun manusia tak mampu menjagaku.
Hati mereka membeku dan membatu dalam kebencian
Maka lebih baik aku mematikan diriku sendiri!
Demikianlah sedikir demi sedikit sang lilin Damai padam
Lilin kedua berkata
“Aku adalah Iman”Sayang aku tak berguna lagi,
Manusia saling mencurigai dan tertutup.
Untuk itulah tak ada gunanya lagi
Aku tetap menyala.
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran
Lilin Ketiga  bicara:
“Aku adalah Cinta”tapi aku tak mampu lagi
untuk tetap menyala.
Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna.
Mereka saling membenci, bahkan membenci orang yang mencintainya, membenci keluarganya.
Tanpa menunggu waktu lam, maka matilah Lilin ketiga.
Dengan mata bersinar, sang anak megambil lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah boleh mati, hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita…
…dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi
apapun, mampu menghidupkan dan menyalakan kembali
Damai, Iman, Cinta
Dengan
HARAPAN-nya !!!

10 Hal yang Membentuk Keluarga Katolik yang Hebat


Keluarga dewasa ini mempunyai segala macam bentuk dan ukuran. Mengabaikan segala perbedaan yang ada, satu hal yang pasti : memelihara keluarga yang kuat membutuhkan banyak waktu, tenaga dan usaha, dan tentu saja segudang doa! Melihat diri kita sendiri melalui mata iman kita, kita melihat bahwa, meskipun kita tidak selalu menjadi keluarga yang sempurna setiap hari, kita menjadi “lebih suci”, dan “lebih baik” dari yang kita pikir.
Membuat Kebaktian Minggu Menjadi Pusat Kegiatan Keluarga dalam Seminggu
Dasar kuat hidup keluarga Katolik – yang melekatkan kita bersama – adalah Kebaktian Minggu. Jika Anda mempunyai anak kecil, keluar dari rumah untuk pergi ke gereja hampir sama seperti tantangan untuk membuat anak kecil tenang dan diam selama kebaktian. Jika Anda mempunyai anak remaja, tantangan terbesar (setelah membangunkan mereka dan membuat mereka bangun dari tempat tidur) adalah membuat mereka memberi perhatian. Tentunya, pergi ke Kebatikan tiap minggu setimpal dengan usaha yang dikeluarkan.
Ketika kita mendekati altar Tuhan untuk menerima Ekaristi, berbagi Tubuh dan Darah Kristus memperdalam komuni kita denganNya, dan melaluiNya, membangun TubuhNya, GerejaNya. Bersama dalam komuniti, kita menyanyi lagu gereja dan belajar bagaimana suara kita bergabung bersama. Kita mendengarkan “Perintah Tuhan” dan belajar bagaimana mengikuti Yesus. Kita berdoa bersama dan belajar mengenai keheningan dan kerendahan hati. Pada hari Minggu kita diingatkan bahwa pusat kehidupan keluarga kita adalah Kristus.
Bersyukur
Di dalam dunia “rumput tetangga lebih hijau”, adalah mudah untuk melihat rumput tetangga (atau melalui acara TV favorit kita yang menunjukkan bahwa semua masalah bisa diatasi dalam waktu 22 menit) dan lama untuk masalah yang kita hadapi. Tetapi kita telah menemukan bahwa kunci untuk keluarga bahagia adalah mengambil peran dari apa yang diberikan kepada kita. Adalah penting untuk diingat (dan mengingatkan anak kita) bahwa semua berasal dari Tuhan – harta benda, teman dan keluarga, bakat. Frank A. Clark, politikus Amerika, pernah berkata, “Jika seseorang tidak bersyukur terhadap apa yang ia punyai, ia tidak akan pernah bersyukur terhadap apa yang akan ia dapatkan.” Keluarga Katolik yang hebat merayakan pemberian, tidak peduli seberapa kecil itu.Ini berarti bersyukur selalu meski dalam keadaan susah, tentunya terutama pada saat bahagia.
Memberi
Sebagian dari rasa bersyukur adalah dengan memberi. Keluarga Katolik mengingat bahwa Tuhan tidak selalu memberi lebih, menjadikan kita tamak. Keluarga Katolik yang diberkati dengan berlimpah dipanggil untuk menggunakan limpahannya tersebut untuk keluarga yang kurang. Hal ini untuk menjamin bahwa keluarga yang mempunyai sedikit dapat hidup lebih baik. Anak-anak yang melihat orang tuanya memberi, mereka akan mengikuti jejak orang tuanya – walaupun apa yang mereka berikan jauh lebih sedikit dari yang diberikan orang tuanya.
Biarkan Cahaya Mereka Bersinar
Anggota komuniti yang beriman – dan anggota keluarga – dipanggil untuk menggunakan karunia mereka. Anda tidak perlu menjadi juara nyanyi untuk menjadi anggota paduan suara di gereja. Jika Anda dapat bermain piano dengan baik atau membaca Alkitab secara hidup, Anda sudah berbagi karunia. Sebagai permulaan yang baik Anda dapat bertanya kepada pastor Anda bagaimana keluarga Anda dapat melayani lebih baik di paroki. Mungkin berbagi makanan dengan keluarga yang kurang. Remaja dapat membantu melalui program paroki. Saling menyemangati anggota keluarga yang lain untuk memberikan karunia mereka dalam kehidupan sehari-hari. Jangan memandang rendah terhadap sedikit kesabaran, kegembiraan atau hal kecil lainnya yang dapat membantu orang di sekitar kita.
Bertengkar dengan Adil 
Sebesar yang kita inginkan akan keluarga yang sempurna, kenyataannya semua keluarga mempunyai masalah. Kita harus menghadapinya. Tidak menjual saudara sendiri ke perbudakan seperti yang Saudara Yosef lakukan adalah permulaan yang baik, bahkan bertengkar mempunyai aturannya. Keluarga yang bertengkar dengan baik telah menjalankan 10 Perintah Tuhan. Sebagai contoh : tidak menyebut nama Tuhan secara sembarangan ketika sedang bertengkar, berkata jujur walaupun akan menyakitkan, dll.
Anggota keluarga yang bertengkar untuk kemenangan pribadi kehilangan kesempatan dan perasaan untuk berjuang bersama, dan menang sebagai tim. Keluarga Katolik yang Hebat memeriksa temperamen, menghormati kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan selalu ingat bahwa halangan membuat kita menjadi lebih kuat.
Membuat Kesalahan
Sebagai orang Katolik, kita percaya bahwa kita diciptakan sesuai rupa Allah, bukan berarti kita adalah tuhan. Semakin tua, kita semakin sadar bahwa kita manusiawi. Kita saling menjatuhkan. Kita gagal. Kita berdosa. Dan, untuk tumbuh sebagai pribadi dan keluarga, kita belajar bahwa ada batas antara membuat kesalahan dan percaya bahwa Andaadalahkesalahan. Tuhan tidak pernah berbuat salah. Kita semua punya martabat, dan istimewa di mata Tuhan.
Memaafkan
Ketika Yesus memerintahkan kita untuk memaafkan(Mat 18:22), memaafkan anggota keluarga dapat sangat sulit untuk dilakukan, walaupun untuk sekali. Kita mencoba mengajarkan anak kita untuk bertanggung-jawab terhadap segala tindakan mereka, mengakui ketika mereka salah dan meminta maaf. Tetapi memaafkan memerlukan aksi iman dan kepercayaan.
Orang tua : Ketika Anda salah, akui dan minta maaf, bahkan kepada anak kecil.
Anak-anak : Memaafkan bukan senjata untuk digunakan.Ketika orang tua atau saudara meminta maaf, ampunilah mereka. Tidak ada perasaan yang lebih indah selain memaafkan dengan tulus, mencoba dengan hati lebih bersih dan mencoba dari awal lagi.
Mengingat Ritual
Ritual keluarga atau tradisi membantu kita untuk menemukan siapa kita dan apa yang kita percaya. Berdoa sebelum makan, menyalakan lilin saat Adven, menyanyi lagu ulang tahun secara khusus adalah semua cara istimewa yang menunjukkan ikatan kuat dalam keluarga. Tradisi terbaik dalam keluarga akan diteruskan dari generasi ke generasi.
Mendengarkan saat untuk Tuhan
Elisa berharap untuk mendengarkan suara Tuhan mengelegar seperti petir, tetapi ia terkejut ketika suara Tuhan tidak terdapat pada angin, atau gempa bumi, atau api. Malahan suara Tuhan datang ke Elisa dalam suasana hening setelah petir, dalam bisikan (I King 19:11-13). Sepertinya itu adalah bagaimana cara Tuhan berbicara kepada kita pada hari ini di tengah kesibukan keluarga kita. Adalah penting untuk berhenti dan menyadari saat bersama Tuhan, mungkin di tempat tidur atau di mobil, ketika kita benar-benar berbagi diri kita dengan yang lain dan menyadari kehadiran yang lain dengan tulus. Rendahkan kebisingan kehidupan dan berikan waktu untuk kedamaian hadir.
Latih Cinta yang Tak Berkesudahan
Dalam Perjanjian Baru Yohanes, Yesus memberikan perintah baru kepada murid-muridNya sebagai dasar hidup mereka :”(Yoh 13:34). Kita dipanggil untuk menjadi model Yesus untuk mencintai – dalam pelayanan satu sama lain, dan komit untuk tidak egois. Tidaklah mudah untuk dilakukan, tetapi mencoba mencitai seperi apa yang dilakukan Yesus adalah hati dari pembentukan dan pemeliharaan keluarga Katolik yang hebat.

diambil dari http://momentku.bitfreedom.com/10-hal-yang-membentuk-keluarga-katolik-yang-hebat

Jumat, 16 November 2012

Tidak ada keluarga yang bahagia di muka bumi ini (benarkah?)

Saya pernah mendengar kalimat di atas ini. Apakah Anda pernah mendengarnya? Sungguh sangat menyedihkan bila memiliki keyakinan seperti ini. Sudah tentu orang yang memiliki pemahaman dan kepercayaan seperti ini akan sangat sulit meraih kebahagiaan karena dia sendiri sudah memberikan blok / pembatas kebahagiaan secara tidak ia sadari.

Bapak dan Ibu yang budiman, saya berharap Anda tidak memiliki keyakinan seperti di atas. Banyak sekali kok keluarga bahagia di muka bumi ini. Saya banyak melihat pasangan yang sudah tua namun mereka masih amat mesra satu sama lainnya, masih berpegangan tangan saat berbelanja di supermarket, berpelukan saat naik tangga elevator, dan sebagainya. Mereka akrab bersama anak-anaknya saat bercanda di beranda hotel, di restoran-restoran, di rumah-rumah makan, dan di mal-mal. Anak-anaknya pun saling akrab satu sama lainnya.

Jadi bukan adalah hal yang sangat mungkin bahwa Anda bisa meraih kondisi keluarga yang bahagia, dan lebih spesifiknya pasangan bahagia. Mengapa demikian? Menurut saya hal ini bukanlah kondisi ideal, melainkan sangat mungkin dicapai. Apakah Anda masih belum yakin?
Pembaca yang budiman, keluarga dan pasangan bahagia tidak berarti tidak ada masalah. Ini yang mesti kita tanamkan dalam hati kita. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa hidup ini adalah selalu ada masalah. Setiap kita akan menghadapi masalah. Hanya yang telah menghembuskan nafas terakhirlah (maaf ya) yang sudah selesai dengan urusan dunia -- dan tidak ada masalah lagi. Pertanyaan mendasarnya adalah bagaimana kita menyikapi hidup kita ini serta mengisinya untuk kebaikan diri dan bersama.
Keluarga dan pasangan bahagia tidak berarti bahwa tidak pernah akan ada pertengkaran / perselisihan. Kalau kita perhatikan secara seksama, bila diselesaikan dengan baik, perselisihan ini justru lebih mempererat hubungan antar mereka. Karena masing-masing menjadi lebih saling mengerti apa yang diinginkan oleh pihak lain. Selain itu, kita mesti memiliki kepercayaan bahwa setiap kesulitan pasti diiringi oleh kemudahan / solusi.
Keluarga dan pasangan bahagia tidak berarti bahwa tidak pernah ada friksi antar individu. Setiap orang meski masih usia balita sekalipun pasti memiliki keinginan untuk dipenuhi. Setiap orang meski sudah sepuh sekalipun pasti masih memiliki pengharapan terhadap orang lain. Oleh karena itu, yang dibutuhkan adalah saling pengertian antar individu dalam keluarga tersebut.

Berikut ini adalah beberapa tips keluarga bahagia yang menurut saya fundamental untuk kita jalankan:

  1. Penuhi hari-hari keluarga Anda dengan senyum. Tiada hari tanpa senyum (tapi jangan senyum sendirian tanpa sebab ya...). Untuk tersenyum, diperlukan ribuan sel dan otot pada wajah yang terlibat dalam satu aktivitas sederhana ini. Dengan tersenyum baik kepada diri sendiri - di depan cermin akan lebih terlihat - serta kepada orang lain, akan membuat kita tampil lebih bahagia serta menularkan kebahagiaan ini kepada orang lain.
  2. Yakini hari-hari Anda dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Pemberi. Anda telah diberikan banyak karunia serta pemberian yang tidak terhitung jumlahnya. Yakinlah bahwa apa yang telah dimiliki hari ini adalah yang terbaik yang bisa kita dapatkan. Dengan demikian, kita akan senantiasa berterima kasih kepada Tuhan serta kepada keluarga yang telah mendampingi kita selama ini.
  3. Tanamkan ke dalam diri bahwa diri Anda dan keluarga Anda adalah manusia dan keluarga terbaik yang pernah kita miliki seumur hidup Anda. Dengan menanamkan pengertian seperti ini, maka dada kita akan dipenuhi dengan kebanggaan kepada diri sendiri serta semangat untuk terus menjaga status terbaik ini dengan penuh rasa suka cita.
  4. Penuhi keluarga Anda dengan saling hormat satu sama lain agar terjalin komunikasi yang baik dan lancar, meski dengan anak Anda yang masih balita sekalipun. Tahukah Anda bahwa mereka adalah perekam ingatan terbaik? Bila Anda tanamkan kepada mereka rasa respek, saling menyayangi serta hormat satu sama lain, Anda sedang mencetak calon pengisi keluarga masa depan yang berbahagia pula!


Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana tips / cara membuat pasangan bahagia. Tentu saja selain hal-hal yang saya sebutkan di atas, dan artikel lain Kebahagiaan serta Tips & Cara Hidup Bahagia, berikut ini akan lebih spesifik terhadap Anda dan pasangan Anda, tentunya.

  1. Mengerti apa keinginan pasangan Anda. Bukan hanya sekedar dihafalkan, melainkan dimengerti apa, mengapa, dan bagaimana pasangan Anda ingin diperlakukan, didengarkan, serta dimanjakan. Hal inilah yang akan membuat Anda pasangan yang saling mengerti satu sama lain.
  2. Mengerti apa bahasa cinta pasangan Anda. Apakah sentuhan fisik, pujian dan sanjungan, hadiah yang dia sukai, atau kebersamaan Anda bersama pasangan Anda? Hal ini merupakan faktor efektivitas hubungan yang sangat penting. Bayangkan bila pasangan Anda sebenarnya memiliki bahasa cinta hadiah, namun yang senantiasa Anda berikan adalah pujian betapa ganteng / cantiknya Anda. Awalnya cukup menyenangkan, namun kebutuhan dasar Anda akan hadiah tidak terpenuhi.


Nah, pembaca yang budiman. Semoga apa yang telah saya sampaikan di atas dapat menjadi pemicu awal bagi kebahagiaan Anda dan keluarga Anda ataupun agar terwujud pasangan-pasangan bahagia di muka bumi ini. Yakinlah!

sumber http://www.myhypnotherapyeft.com/keluarga-bahagia-pasangan-bahagia

Minggu, 11 November 2012

Kasih Sayang Seorang Ayah


Seorang gadis yang sangat cantik, tinggi dan berkulit putih, dia bernama dina. Dia tinggal sebuah daerah yaitu SIDAYU. Dia tinggal bersama mamanya dan ayah tirinya.
Dina adalah anak yang lemah lembut, tapi, sejak ayah dan ibunya berpisah, Dia menjadi anak yang nakal, dan tidak punya sopan santun. Dina memilih tinggal bersama mama nya, sejak itu lah, hubungan Dina dengan ayahnya mulai berkurang. Dina yang tidak diperbolehkan mamanya berhubungan lagi dengan ayahnya.
Suatu ketika, ayah nya menelfon Dina karena ayahnya kangen sama dina, tapi sayangnya dina menjawab telfon dengan suara yang keras dan tidak sopan santun.
“ ngapain kamu nelfon aku ?, aku bukan anak mu lagi”
“ ini aku ayahmu nak, ayah kandung kamu”. Dengan sabar ayahnya menjawab dengan perlahan, ayahnya tidak mau Dina semakin benci sama ayahnya. Pada saat itu Dina langsung mematikan hp nya, Dina hanya berbicara baik kepada ayahnya kalau Dia lagi membutuhkan uangnya.
Semua temannya banyak yang memberi nasehat kepada Dina, agar lebih sopan pada ayahnya, semua temannya sangatlah prihatin kepada Dina dengan sikapnya tersebut.
“Dina, itu ayah kandung kamu, kamu tidak sepantasnya berbicara kasar seperti itu, meskipun ayah mu sudah bercerai degna mama mu, bukan berarti dia bukan ayah kamu lagi din.”. kata temannya
“ tau apa sih kamu tentang keluarga aku, kamu itu sok tau ya, jadi orang jangan sok tau deh, urus aja sana keluarga kamu, udah benar apa belum.” Jawab Dina dengan wajah marah
Mama nya Dina telah salah mendidik anaknya, karena Dina menjadi benci kepada ayahnya karena mama nya yang tidak memperboleh kan Dina untuk berhubungan lagi dengan ayahnya.
Suatu ketika, Dina kehabisan uang dan tidak berani meminta mama nya, dan akhirnya Dina pun menelfon ayahnya untuk segera mengirimkan uang secepatnya.
“ayah, ayah sekarang ada dimana ?, Dina lagi butuh banget nih sama ayah” ucap Dina.
“iya nak ada apa ??”. jawab ayah dengan tersenyum bahagia karena mendengar perkataan dina yang sangat sopan kepada ayah nya.
“ayah, aku lagi butuh uang sekarang nih yah, ayah mau tidak kirim uang ditabungan aku sekarang ?”. tanya Dina
Ayahnya yang mendengar Dina membutuhka uang, ayahnya tidak berfikir dua kali lagi. Dan ayahnya yang tidak mau Dina kesulitan, pada saat itu juga Ayahnya langsung mengirim uang pada tabungan Dina. Ayahnya sangat lah sayang pada Dina, meskipun ayahnya diperlakukan seperti itu sama Dina, tapi ayahnya masih sabar dan masih sayang pada Dina.
Dina yang memilih ikut dengan mamanya dan ayah tirinya, dan Dia sekarang memilih lebih patuh terhadap ayah tirinya, meskipun ayah tirinya tersebut tidak sebegitu sayang terhadap Dina. Ayah tirinya telah memiliki dua anak yang masih kecil. Dina sangat tidak sadar bahwa yang telah dia pillih adalah salah. Ayah tirinya memang baik, karena ayah nya kaya raya, jadi Dina bisa membeli barang apa saja yg dia mau.
Mama nya yang pernah bilang pada Dina “ jangan pernah menerima uang atau pun barang dari ayah mu yang dulu, orang yang pantas kamu panggil ayah adalah ayah yang sekarang”. Kata mamanya. Dina yang pada saat itu baru memasuki masa remajanya, dan sifatnya masih kekanak-kanakan, dia selalu menuruti apa kata mamanya, karena dia sangat takut pada mamanya.
“mama, kenapa aku harus membenci ayah aku ?” tanya Dina pada mamanya.
“ayah kamu itu tidak pantas untuk kamu nak, dia ayah yang sangat jahat” jawab mama.
Dina yang teringat pada masa kecil nya dulu, ayah lha yang mengajari dia menaiki sepeda, sehingga dia bisa menaiki sepeda, ayah yang selalu tegas dalam hal apa pun. Tapi Dina selalu berfikir bahwa ayah nya adalah orang yang jahat, yang tega meninggalkan Dina dan mama nya. Dina pernah mengirim sebuah pesan kecil kepada ayahnya, “kamu ayah yang jahat, yang tega meninggalkan Dina dan mama”.
Dina yang tidak tau mana yg benar dan mana yang salah, dina selalu mengirim pesan kepada ayah nya dengan tulisan “AYAH JAHAT” , tapi ayahnya selalu tegar dalam menghadapi sikap Dina, ayahnya selalu mengirim pesan, menelfon Dina setiap saat, selagi ayah nya bisa, meskipun dengan balasan yang tidak seharusnya diterima oleh ayah, dengan kata-kata kasar.
Dina yang sekarang menjadi anak remaja, dina selau pergi dengan teman-temannya sampai larut malam, meskipun ayah nya tidak satu rumah sama Dina, tapi ayah Dina selalu memantau keadaan Dina. Ayahnya yang pernah melihat dina keluar malam, ayah nya langsung mengirim pesan kepada Dina, dengan kalimat-kalimat nasehat.
“nak, kamu seorang perempuan, tidak sepantas nya kamu keluar malam kaya gitu nak”. Kata ayah
“tau apa sih kamu tentang aku, mama aku aja gak melarang sama sekali, dasar orang tua, ikut campur urusan anak remaja aja” jawab Dina dengan nada yang kasar.
Nasehat dari ayah tersebut, Dina menganggap bahwa itu adalah nasehat yang tidak penting, yang tidak untuk diperdengar. Dina merasa terganggu dengan nasehat-nasehat dari ayahnya.
Pada suatu ketika ayah nya yang sedang tidak punya uang, tiba-tiba Dina meminta uang pada ayahnya, Dina yang memaksa ayah nya untuk mengasih dia uang, tapi ayah nya hanya bisa diam dan tersenyum melihat tingkah laku Dina. Dina akhirnya marah dan mengucapkan kata-kata yanng sangat menyakiti ayah nya.
“KURANG AJAR, APA SIH SUSAHNYA NGASIH UANG, DASAR !!”
Ayahnya yang mendengar ucapan Dina tersebut, hanya bisa diam, seorang ayah tidak mungkin meneteskan air matanya, tapi dalam hatinya, ayah menagis menjerit, melihat tingkah laku anaknya seperti itu. Dina yang melihat ayahnya seperti itu bukannya meminta maaf, tapi dia malah langsung pergi dan memaki-maki ayahnya.
Dina langsung pulang kerumah mamanya, “ kamu dari mana aja dina?”. Tanya mamanya
“ baru pulang dari rumah teman ma, habis kerja kelompok”. Jawab dina dengan perkataan yang gugup. Mama Dina yang pada saat itu berpura-pura percaya pada Dina, padahal mamanya curiga dengan gerak-gerik Dina yang aneh. Mamanya yang harus sering-sering memantau Dina karena kecurigaan nya tersebut. Tapi, Dina mengetahui bahwa mamanya hanyalah berpura-pura percaya pada Dina. Dina sangatlah berhati-hati ketika bepergian kemana-mana.
Dina yang pada saat itu mau keluar malam, tiba-tiba didepan pintu ada seorang wanita yang berdiri, dan itu ternyata mamanya sendiri. Mamanya menanyai kemana Dina mau pergi. “ kamu mau pergi kemanan ?”. tanya mamanya
“ aku mau pergi jalan-jalan sama teman-teman ma, emangnya kenapa ma ?”. tanya kembali
“ kamu beneran mau pergi sama teman-teman kamu ?, kamu tidak pergi sama ayah mu yang jahat itu kan ?”.
“ gak lha ma, aku gak mungkin mau pergi sama orang itu lagi “. Jawab dina.
Mendengar perkataan dari Dina, mamanya merasa lega dan memperbolehkan Dina untuk keluar malam. Mamanya hanya berpesan pada Dina agar tidak pulang malam-malam.
Tapi, Dina pergi kerumah ayahnya untuk meminta uang buat pergi jalan-jalan sama teman-teman nya. Dina yang tidak diperbolehkan ayahnya buat keluar malam, karena takut Dina tersesat dengan pergaulan bebas. Dina memarahi ayahnya yang melarangnya buat keluar malam.
“Lo kira aku ini nenek-nenek apa ?, aku ini anak remaja, butuh hiburan malam ya.” Ucap Dina
“ tapi, itu tidak baik buat amu nak, ayah sangat khawatir dengan keadaan kamu nak”. Jawab ayahnya
“ udah deh, aku kesini Cuma minta uang, kenapa harus mendengar ceramah-ceramah yang tidak penting ini, bosen tau mendengar ceramah-ceramah kamu, kalau tidak punya uang bilang saja, aku gak an minta kok”. Jawab Dina sambil meninggalkan rumah ayahnya.
Dina yang berharap ayahnya memanggil namanya dan mengasih uang, tapi, tidak tepat dengan harapan Dina. Ayahnya malah tersenyum melihat Dina seperti itu. Dina melihat ayahnya tersenyum, semakin marah Dina terhadap ayahnya.
Dina akhirnya pergi malam untuk jalan-jalan dan bersenang-senang dengan teman-temannya. pada saat Dina pulang, ternyata mamanya mengetahui bahwa Dina malam itu pergi ke rumah ayah kandung nya, mamanya sangat marah dan menatap Dina dengan raut wajah yang sangat kejam.
“ kamu dari mana aja ?”. tanya mamanya.
“ aku habis jalan-jalan ma sama teman-teman aku, ada apa sih ma, kok kayaknya curiga banget sama aku ..?” kata Dinda
“ kamu jawab yang jujur, kamu pergi kemana aja ?, apakah kamu ke rumah ayah mu yang jahat itu ??, mama kan udah pernah bilang, jangan berhubungan lagi sama laki-laki itu, laki-laki itu bukan lagi ayah kamu, kamu ngerti gak sih Din ?, jawab yang jujur?”. Tanya mamanya dengan suara yang keras dan kasar
“ iya ma, aku tadi pergi kerumah ayah, tapi aku Cuma minta uang sama dia ma, aku gak bakal ulangin lagi kok ma perbuatan itu”. Jawab Dina.
Mamanya yang hampir menampar pipi Dina, tapi ditahan dengan ayah kandungnya Dina, mamanya kaget melihat kedatangan ayahnya. Dina langdung memeluk ayahnya karena takut dengan mamanya.
“ kamu tidak pantas menampar Dina, dia anak yang tidak punya dosa, dia tidak punya salah apa-apa, kenapa kamu melarang Dina untuk berhubungan dengan aku lagi, aku ini ayah kandungnya??”. Tanya ayahnya kepada mamanya Dina.
Mamanya hanya bisa diam mendengar perkataan itu, dan tidak bisa menjawab dengan satu kata pun.
Dan akhirnya Dina menyadari bahwa ayahnya adalah orang yang sangat baik terhadap Dina, Dina meminta maaf kepada ayahnya, Dina menyesali dengan perbuatanya tersebut, dan Dina akhirnya memilih untuk tinggal bersama ayahnya. Meskipun Dina tinggal bersama ayahnya, tapi, ayahnya tidak pernah melarang Dina untuk bertemu sama mama nya, karena menurut ayahnya, tidak ada kata mantan buat orang tua, dan tidak ada yang bisa menggantikan kebaikan kedua orang tua. Meraka saling berhubungan satu sama lain.
Dina hidup bahagia melihat mama dan ayahnya sudah baikan, meskipun tidak untuk kembali berkeluarga, karena mamanya Dina sudah mempunyai keluarga baru. Yang di inginkan Dina hanya ingin melihat mama dan ayahnya bahagia. Dina selalu menyesali apa yang pernah diperbuat kepada ayahnya, dan tidak ada yang bisa menggantikan ayah kandung nya lagi.


sumber : http://www.resensi.net/kasih-sayang-seorang-ayah/2012/10/#ixzz2BrnvyFCr

Kamis, 14 Juni 2012

Bagaimana menjadi sebuah Magnet-Berkat

6 STRATEGI UNTUK MENJADI POSITIF DLM DUNIA YG NEGATIF


Saya tidak tahu harus bersikap bagaimana.Saya membaca pesan pada HP saya.

"Ms. Chiqui Lara, jam 7:30 pagi, Hotel Intercon."

Saya akan makan pagi bersama Presiden dan CEO sebuah perusahaan multi- nasional yang berbasis di London.Saya mulai berandai-andai.Saya membayangkan wanita yang menduduki jabatan Presiden ini pastilah seorang yang berpostur tinggi, impresif, wanita hebat dalam balutan setelan berwarna gelap, bersepatu tumit tinggi, lengkap dengan tas kantor dari kulit.

Saya sangat kaget ketika berjalan masuk seorang wanita yang usianya terlihat tidak lebih dari kepala 5 (menurut saya), mengenakan blus putih polos, celana panjang hitam, dan sebuah senyuman yang lembut. Tanpa make-up. Tanpa perhiasan. Tanpa tas kantor.

Ia menghampiri saya dan mengulurkan tangannya.(Juga tidak bercat kuku.)Segera, saya merasakan sesuatu yang spesial dari wanita ini.Apakah itu kedamaian batin?

Saya baru tahu mengapa setelahnya.

Dua tahun lalu, Chiqui didiagnosa terkena kanker."Persisnya dua kanker utama," katanya. Artinya dua tumor ganas tumbuh dalam ovarium dan rahimnya pada saat yang bersamaan.Semua orang mengira akan melihat seorang wanita yang hancur.Namun sebaliknya, justru pada masa pencobaan itu orang-orang melihat betapa luar biasa positifnya Chiqui.

Mata saya mulai basah (yang saya seka ketika ia tidak melihat) mendengarkan ia menuturkan bagaimana keluarga dan para sahabatnya mengasihinya di saat ia membutuhkannya. "Bo, saya dikelilingi oleh kasih yang luar biasa!".Hari ini, kankernya tidak ada lagi.

Saya bertanya padanya, "Chiqui, apa yang membuat Anda menjadi seorang yang begitu positif?". "Keluarga saya," ia tersenyum. "Saya menerima cinta yang melimpah dari mereka."Ia memberi sebuah contoh yang sangat luar biasa tentang kasih yang ia alami.

"Natal bertahun-tahun yang lalu, sebuah panti asuhan mengadakan suatu program yang disebut Share-A-Home (Berbagi Sebuah Rumah). Hanya selama liburan Natal, orang tua saya sepakat untuk menerima dua anak yatim piatu, kembar laki-laki, berusia satu setengah tahun. Tapi setelah satu minggu berlalu, ibu saya tidak mengembalikan mereka ke panti asuhan. Kedua anak kembar itu harusnya tinggal bersama kami selama satu minggu. Mereka telah tinggal bersama kami selama 25 tahun."

Ia juga menceritakan pada saya kisah lain yang menyentuh."Ayah saya meninggal dalam usia 72. Pada hari terakhir pemakaman, keluarganya yang lain muncul. Seorang wanita dan tiga anak..."

"Oh tidak...," kata saya.

"Ya. Kami sangat terkejut."

"Tak seorangpun mengetahuinya?" tanya saya.
"Tak seorangpun tahu. Ayah saya selalu pulang ke rumah setiap hari. Jadi ketika keluarganya yang lain muncul, saya ingat kalau saya berbicara pada ibu saya dan bertanya, "Apa yang harus kita lakukan?" Ibu saya menjawab singkat, "Saya sudah memaafkannya."

Saya melongo.
"Ya," kata Chiqui, "Itulah tipe ibu yang saya miliki. Ia memiliki kasih yang melimpah untuk diberikan. Sekarang Anda tahu mengapa saya seperti ini."

"Amin."

"Saya sangat diberkati,Bo. Saya sungguh diberkati"

Dalam usia 32, ia sudah menjadi seorang Presiden dari sebuah perusahaan periklanan raksasa, dan kemudian, sebagai Vice Chairman.Sekarang, ia adalah Presiden dan CEO dari sebuah perusahaan fantastis, Y&R Philippines, bagian dari perusahaan multi-nasional yang sudah berumur 60 tahun.

Dalam terminologi saya, Chiqui adalah sebuah "Magnet Berkat".
 Mengapa? Karena ia menarik banyak berkat dengan caranya berpikir, merasa, percaya, dan bertindak.

 Berikut adalah 6 cara bagaimana Anda dapat menjadi sebuah magnet-berkat, dan menjadi positif dalam sebuah dunia yang negatif:

1. Rasakan cinta. Terima cinta dari orang-orang di sekeliling Anda, tidak perduli betapa kecil dan tidak sempurnanya cinta itu. Rayakan setiap isyarat cinta yang Anda terima. Jadikan itu sebagai suatu hal besar! Dan Anda akan menemukan bahwa Anda akan menerima cinta yang lebih dan lebih lagi.

2. Bersyukur. Bersyukurlah untuk setiap berkat kecil yang Anda terima. Sebelum tidur, hitunglah paling tidak 5 berkat yang Anda terima pada hari itu. Bahkan bersyukurlah untuk hal-hal buruk, karena pasti ada berkat di dalamnya. Rasa syukur menarik leibh banyak berkat untuk menghampiri Anda.

3. Percaya. Ya, lakukan semua yang dapat Anda lakukan! Tapi pada akhirnya, berhentilah merasa kuatir. Sebaliknya, bersandar dan percayalah pada Tuhan. Percaya bahwa yang terbaik akan datang.

4. Miliki sebuah visi. Saat Anda mempunyai sebuah visi yang terperinci, tergambar, mengobarkan semangat dalam hati Anda, Anda pasti akan menjadi positif. Dan ini adalah pengalaman hidup saya yang sangat nyata : Visi yang sangat kuat dalam bayangan Anda akan menarik semua berkat yang Anda butuhkan untuk memenuhi visi tersebut. Anda akan terkejut. Berkat-berkat itu akan datang begitu saja, bergulir ke kaki Anda, memohon Anda untuk menerimanya.

5. Cintai diri Anda. Bersungguh-sungguh dalam mencintai diri Anda. Hormati diri Anda. Jangan meremehkan diri Anda, jangan membatasi diri Anda, dan jangan menghina diri Anda. Penuhi kebutuhan Anda. Perhatikan diri Anda dengan seksama. Jika Anda lakukan itu, orang lain akan menghormati Anda, mencintai Anda, dan memenuhi kebutuhan Anda juga.

6. Cintai orang lain. Apapun kasih yang Anda beri, Anda akan menerimanya kembali berlipat-ganda. Karena itu bangunlah setiap pagi karena Anda ingin mencintai. Jadikan cinta sebagai tujuan hidup Anda. Ketika Anda menjadikan cinta sebagai alasan untuk segala sesuatu yang Anda lakukan, sekalipun jika badai gelap menyelimuti Anda, matahari akan selalu bersinar dalam hati Anda.

Semoga mimpi Anda menjadi kenyataan................
Source: NN 

Rabu, 30 Maret 2011

little encie: Tuhan Ada untuk Setia

little encie: Tuhan Ada untuk Setia: "'SETIA??? hari gini masih zamannya setia?' suara-suara seperti itu rasanya sudah gak asing lagi bagi kita. Karena pada kenyataannya, s..."

Minggu, 27 Maret 2011

Bagaimana menjadi sebuah Magnet-Berkat

6 STRATEGI UNTUK MENJADI POSITIF DLM DUNIA YG NEGATIF


Saya tidak tahu harus bersikap bagaimana.Saya membaca pesan pada HP saya.

"Ms. Chiqui Lara, jam 7:30 pagi, Hotel Intercon."

Saya akan makan pagi bersama Presiden dan CEO sebuah perusahaan multi- nasional yang berbasis di London.Saya mulai berandai-andai.Saya membayangkan wanita yang menduduki jabatan Presiden ini pastilah seorang yang berpostur tinggi, impresif, wanita hebat dalam balutan setelan berwarna gelap, bersepatu tumit tinggi, lengkap dengan tas kantor dari kulit.

Saya sangat kaget ketika berjalan masuk seorang wanita yang usianya terlihat tidak lebih dari kepala 5 (menurut saya), mengenakan blus putih polos, celana panjang hitam, dan sebuah senyuman yang lembut. Tanpa make-up. Tanpa perhiasan. Tanpa tas kantor.

Ia menghampiri saya dan mengulurkan tangannya.(Juga tidak bercat kuku.)Segera, saya merasakan sesuatu yang spesial dari wanita ini.Apakah itu kedamaian batin?

Saya baru tahu mengapa setelahnya.

Dua tahun lalu, Chiqui didiagnosa terkena kanker."Persisnya dua kanker utama," katanya. Artinya dua tumor ganas tumbuh dalam ovarium dan rahimnya pada saat yang bersamaan.Semua orang mengira akan melihat seorang wanita yang hancur.Namun sebaliknya, justru pada masa pencobaan itu orang-orang melihat betapa luar biasa positifnya Chiqui.

Mata saya mulai basah (yang saya seka ketika ia tidak melihat) mendengarkan ia menuturkan bagaimana keluarga dan para sahabatnya mengasihinya di saat ia membutuhkannya. "Bo, saya dikelilingi oleh kasih yang luar biasa!".Hari ini, kankernya tidak ada lagi.

Saya bertanya padanya, "Chiqui, apa yang membuat Anda menjadi seorang yang begitu positif?". "Keluarga saya," ia tersenyum. "Saya menerima cinta yang melimpah dari mereka."Ia memberi sebuah contoh yang sangat luar biasa tentang kasih yang ia alami.

"Natal bertahun-tahun yang lalu, sebuah panti asuhan mengadakan suatu program yang disebut Share-A-Home (Berbagi Sebuah Rumah). Hanya selama liburan Natal, orang tua saya sepakat untuk menerima dua anak yatim piatu, kembar laki-laki, berusia satu setengah tahun. Tapi setelah satu minggu berlalu, ibu saya tidak mengembalikan mereka ke panti asuhan. Kedua anak kembar itu harusnya tinggal bersama kami selama satu minggu. Mereka telah tinggal bersama kami selama 25 tahun."

Ia juga menceritakan pada saya kisah lain yang menyentuh."Ayah saya meninggal dalam usia 72. Pada hari terakhir pemakaman, keluarganya yang lain muncul. Seorang wanita dan tiga anak..."

"Oh tidak...," kata saya.

"Ya. Kami sangat terkejut."

"Tak seorangpun mengetahuinya?" tanya saya.
"Tak seorangpun tahu. Ayah saya selalu pulang ke rumah setiap hari. Jadi ketika keluarganya yang lain muncul, saya ingat kalau saya berbicara pada ibu saya dan bertanya, "Apa yang harus kita lakukan?" Ibu saya menjawab singkat, "Saya sudah memaafkannya."

Saya melongo.
"Ya," kata Chiqui, "Itulah tipe ibu yang saya miliki. Ia memiliki kasih yang melimpah untuk diberikan. Sekarang Anda tahu mengapa saya seperti ini."

"Amin."

"Saya sangat diberkati,Bo. Saya sungguh diberkati"

Dalam usia 32, ia sudah menjadi seorang Presiden dari sebuah perusahaan periklanan raksasa, dan kemudian, sebagai Vice Chairman.Sekarang, ia adalah Presiden dan CEO dari sebuah perusahaan fantastis, Y&R Philippines, bagian dari perusahaan multi-nasional yang sudah berumur 60 tahun.

Dalam terminologi saya, Chiqui adalah sebuah "Magnet Berkat".
 Mengapa? Karena ia menarik banyak berkat dengan caranya berpikir, merasa, percaya, dan bertindak.

 Berikut adalah 6 cara bagaimana Anda dapat menjadi sebuah magnet-berkat, dan menjadi positif dalam sebuah dunia yang negatif:

1. Rasakan cinta. Terima cinta dari orang-orang di sekeliling Anda, tidak perduli betapa kecil dan tidak sempurnanya cinta itu. Rayakan setiap isyarat cinta yang Anda terima. Jadikan itu sebagai suatu hal besar! Dan Anda akan menemukan bahwa Anda akan menerima cinta yang lebih dan lebih lagi.

2. Bersyukur. Bersyukurlah untuk setiap berkat kecil yang Anda terima. Sebelum tidur, hitunglah paling tidak 5 berkat yang Anda terima pada hari itu. Bahkan bersyukurlah untuk hal-hal buruk, karena pasti ada berkat di dalamnya. Rasa syukur menarik leibh banyak berkat untuk menghampiri Anda.

3. Percaya. Ya, lakukan semua yang dapat Anda lakukan! Tapi pada akhirnya, berhentilah merasa kuatir. Sebaliknya, bersandar dan percayalah pada Tuhan. Percaya bahwa yang terbaik akan datang.

4. Miliki sebuah visi. Saat Anda mempunyai sebuah visi yang terperinci, tergambar, mengobarkan semangat dalam hati Anda, Anda pasti akan menjadi positif. Dan ini adalah pengalaman hidup saya yang sangat nyata : Visi yang sangat kuat dalam bayangan Anda akan menarik semua berkat yang Anda butuhkan untuk memenuhi visi tersebut. Anda akan terkejut. Berkat-berkat itu akan datang begitu saja, bergulir ke kaki Anda, memohon Anda untuk menerimanya.

5. Cintai diri Anda. Bersungguh-sungguh dalam mencintai diri Anda. Hormati diri Anda. Jangan meremehkan diri Anda, jangan membatasi diri Anda, dan jangan menghina diri Anda. Penuhi kebutuhan Anda. Perhatikan diri Anda dengan seksama. Jika Anda lakukan itu, orang lain akan menghormati Anda, mencintai Anda, dan memenuhi kebutuhan Anda juga.

6. Cintai orang lain. Apapun kasih yang Anda beri, Anda akan menerimanya kembali berlipat-ganda. Karena itu bangunlah setiap pagi karena Anda ingin mencintai. Jadikan cinta sebagai tujuan hidup Anda. Ketika Anda menjadikan cinta sebagai alasan untuk segala sesuatu yang Anda lakukan, sekalipun jika badai gelap menyelimuti Anda, matahari akan selalu bersinar dalam hati Anda.

Semoga mimpi Anda menjadi kenyataan................
Source: NN