Selasa, 10 Februari 2015

Tips Agar Tidak Sakit Saat Bercinta Pertama Kali

Vemale.com - Malam pernikahan adalah malam yang paling ditunggu-tunggu pasangan pengantin baru. Tetapi, banyak orang percaya bahwa Anda akan merasa sakit saat berhubungan seks pertama kali. Berikut ini adalah beberapa tips untuk menghindari rasa sakit di malam pertama Anda menurut informasi yang dilansir situs streetdirectory.com.

Jujur pada pasangan
Jangan takut untuk mengutarakan keinginan Anda pada pasangan Anda. Beri tahu posisi apa yang sekiranya nyaman untuk Anda. Komunikasi dua belah pihak sangatlah penting.

Pelicin sangat penting
Pelicin di sini adalah cairan yang dapat membuat penetrasi lebih mudah dilakukan. Misalnya saja dengan memperlama foreplay. Jangan terburu-buru agar pasangan Anda dapat menikmati aktifitas seks yang sedang dilakukan.

Gunakan Vitamin E
Anda dapat membeli kapsul atau minyak Vitamin E di apotik terdekat. Oleskan pada Miss. V untuk mencegah kekeringan sehingga penetrasi mudah dilakukan.

Kesiapan itu perlu
Jangan terburu-buru melakukan hubungan seks jika Anda belum siap. Pilih waktu dan kondisi yang tepat agar kedua belah pihak mendapat kepuasan yang diharapkan.

Pil KB
Jika Anda ingin menunda kehamilan, Anda mungkin memutuskan untuk menggunakan pil KB. Akan tetapi, pil KB mungkin dapat menyebabkan rasa sakit saat bercinta. Pastikan bahwa pil KB yang Anda gunakan tidak membuat lapisan Miss V menipis sehingga rasa sakit dapat dicegah.

Nah, itulah beberapa tips untuk mencegah rasa sakit saat berhubungan seks pertama kali. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda.

Oleh: Rani R. Wat
http://www.vemale.com/relationship/intim/44454-tips-agar-tidak-sakit-saat-bercinta-pertama-kali.html

Mengatasi Grogi Saat Malam Pertama

Vemale.com - Ladies, malam pertama adalah malam yang dinanti-nantikan setiap pasangan pengantin baru. Akan tetapi, banyak kejadian yang mengakibatkan rusaknya malam pertama, salah satunya adalah grogi. Normal saja jika Anda dan pasangan Anda merasa grogi saat akan bercinta untuk pertama kali. Oleh karena itu, perlu diketahui bagi Anda tips-tips untuk mengatasi grogi pada malam pertama yang dilansir dalam situs perempuan.com

Istirahat yang cukup
Istrirahat yang cukup sebelum malam pertama sangatlah penting. Tubuh yang sehat dan bertenaga akan sangat membantu saat bercinta pertama kali pada malam pertama.

Nikmati waktu
Jangan terburu-buru saat akan melakukan aktifitas malam pertama. Pastikan kondisi Anda dan suami sudah siap fisik dan mental. Jangan terlalu memaksa diri Anda atau pasangan Anda untuk segera bercinta saat keadaan memang belum siap.

Jangan percaya mitos malam pertama
Wajar jika Ladies grogi saat malam pertama karena adanya mitos tentang tidak keluarnya darah berarti tidak perawan. Tidak berdarah saat bercinta pertama kali bukan karena tidak perawan, tapi selaput dara bisa robek akibat kecelakaan atau benturan. Jadi, jangan khawatir! Percayakan diri Anda kepada suami.

Rileks
Bersikap rileks sangatlah penting dalam bercinta. Sebagian besar wanita mungkin akan takut karena biasanya hubungan yang pertama kali akan terasa sakit. Hilangkan perasaan takut Anda! Anda bisa melakukan foreplay lebih lama sampai Anda siap untuk penetrasi – seperti yang dilansir dari situs artikelsuamiistri.com.

Berpikir positif
Inilah bagian yang paling penting. Pikiran positif akan menghilangkan semua rasa grogi dan takut. Bayangkan hal-hal yang indah yang pernah Anda lalui bersama pasangan Anda. Buat diri Anda senyaman mungkin dengan suami Anda agar malam pertama terasa begitu nikmat.

Ladies, itu dia tips-tips agar malam pertama Anda tidak kacau. Selamat mencoba dan semoga malam pertama Anda indah!

Oleh: Rani Rahma
http://www.vemale.com/relationship/intim/38655-mengatasi-grogi-saat-malam-pertama.html

Senin, 09 Februari 2015

Pacaran: Cinta Ataukah Nafsu?

“Sesudah itu terjadilah yang berikut. Absalom bin Daud mempunyai seorang adik perempuan yang cantik, namanya Tamar; dan Amnon bin Daud jatuh cinta kepadanya” (2 Samuel 13:1)

“Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia. Kemudian timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu, bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu dari pada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya: "Bangunlah, enyahlah!" (2 Samuel 13:14-15)

Pendahuluan

Membedakan cinta dan nafsu merupakan hal yang sangat perlu, tetapi ini tidaklah mudah, apalagi bila nafsu bersembunyi dibalik “topeng” atau berkedok cinta. Pengalaman kepahitan yang dialami tamar akibat perbuatan Amnon terhadapnya dengan berkedok cinta menjadi pelajaran berharga bagi pria dan wanita saat ini. Hal ini sangat penting dipelajari terutama oleh para wanita, yang paling sering dirugikan dalam hal percintaan. Melalui pelajaran dari pengalaman Tamar ini, semoga pria dan wanita, nantinya bisa memilih pasangan cinta masing-masing secara tepat tanpa terjebak ke dalam cinta palsu, lebih tepatnya nafsu yang berkedok cinta yang hanya menginginkan gairah dan hubungan seks. 

Sebenarnya, perasaan apa yang dialami oleh Amnon terhadap Tamar bukanlah “fall in love” yang sejati, melainkan perasaan suka yang didorong oleh nafsu. Nafsu didefinisikan sebagai “dorongan yang kuat  dari dalam diri untuk melakukan sesuatu; kecenderungan, keinginan, atau gairah yang tidak baik”. Nafsu berkonotasi negatif karena itu Alkitab memerintahkan orang Kristen “Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni”. (2 Timotius 2:22). Nafsu yang berkedok cinta baru akan puas apabila yang diinginkannya telah didapat. Jika keinginan itu sudah dipenuhi, biasanya wanitalah yang paling dirugikan, tetapi dampaknya bisa lebih luas lagi, sebagai contoh dalam hal ini kasus Amnon dan Tamar (2 Samuel 13:1-39).  

Berdasarkan hal di atas, perlu bagi kita untuk bisa membedakan antara cinta sejati dan cinta palsu (nafsu). Dari sini muncul dua pertanyaan konstan: “Apa perbedaan antara cinta dan nafsu? Bagaimana membedakan antara cinta dan nafsu?” Sebenarnya, cinta dan nafsu itu berbeda. Alkitab juga membedakannya antara cinta dan nafsu. Contoh, orang Kristen diperintahkan untuk menjauhi nafsu, tetapi justru diperintahkan untuk mengejar kasih (2 Timotius 2:22. Paulus juga dengan tegas menyatakan bahwa hawa nafsu berasal dari keinginan daging (Galatia 5:19). Karena itu, berikut ini kita akan melihat perbedaan cinta dan nafsu? Dan menunjukkan apa yang bukan cinta dan apa itu cinta yang sebenarnya.

Apakah Cinta Itu?

Kamus mendefinisikan cinta sebagai “rasa suka, rasa tertarik atau perasaan sangat sayang”. Cinta adalah suatu proses; cinta tidak terjadi begitu saja. Cinta juga bukan proses dari mata langsung turun ke hati; bukan juga terjadi pada pandangan pertama. Munculnya cinta merupakan suatu proses. Cinta adalah perasaan sayang yang terjadi melalui proses kimia yang dihasilkan oleh hormon-hormon yang ada di dalam tubuh manusia. Proses cinta melibatkan panca indera seperti penglihatan, pendengaran, penciuman dan perabaan yang diproses dalam pikiran dan perasaan mulai dari ketertarikan, rasa suka atau senang, ingin memiliki, dan jatuh cinta (fall in love). Sampai pada titik fall love ini, proses cinta sejati dan cinta palsu berbeda berbeda arah. Cinta palsu menginginkan pacaran terikat, berduaan, bercumbuan, dan berorientasi pada seks, bersenang-senang yang berakibat pada kutuk. Sedangkan cinta sejati menjalin pertemanan khusus (pacaran), komitmen menjaga kekudusan, hubungan lebih jauh melalui bertunangan dan mengikat diri dalam pernikahan yang berkenan dihadapan Tuhan. 

Ujian Cinta

Berdasarkan definisi dan gambaran diatas, dapat dilihat bahwa cinta dan nafsu memiliki proses yang sama tetapi tujuan akhir yang berbeda. Cinta dan nafsu sama-sama dimulai dari daya tarik (fisik), hal ini sering kali menjadi satu sinyal awal dari tumbuhnya cinta sejati, tetapi nafsu juga muncul dari rasa tertarik ini. Hal inilah yang menyebabkan  sulitnya bagi seseorang pria atau wanita membedakan antara cinta dan nafsu. Karena itu diperlukan suatu ujian untuk membedakannya, yaitu ujian kesabaran. Sabar berarti tahan menghadapi godaan, tidak egois, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati, tenang menjalani dan tidak tergesa-gesa.

Jatuh cinta pada pandangan pertama adalah mitos, karena cinta merupakan suatu proses yang membutuhkan waktu. Cinta sejati perlu diuji oleh waktu yang panjang bukan seketika. Sebab itu cinta perlu bersabar. Dan sabar itu menuntut proses waktu, energi, kesetiaan, dan kesungguhan hati yang tidak bisa dihitung secara matematis, bahkan terkadang tidak logis. Alkitab mengajarkan bahwa “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap” (1 Korintus 13:4-8). 

Cinta lebih dari sekedar .... dan bukanlah ....
1. Cinta lebih dari sekedar perasaan suka. Suka berkaitan dengan perasaan senang karena ketertarikan tertentu. Menyukai tidaklah sama dengan mencintai. Walaupun perasaan suka dapat menjadi awal dari proses menuju cinta sejati, tetapi cinta lebih dari sekedar suka. 

2. Cinta bukanlah romantistik. Perasaan romantis biasanya dikaitkan dengan kemesraan dan kegairahan yang menyenangkan dalam hubungan dekat antara seorang pria dan wanita. Tuhan memang mendesain setiap orang agar mengalami perasaan seperti ini dalam hubungan istimewa dengan lawan jenis. Namun gairah dan kemesraan tidak dapat disamakan dengan cinta. Keromantisan merupakan suatu perasaan; sedangkan cinta sejati masih memiliki makna yang jauh lebih dalam lagi.

3. Cinta bukanlah rasa “tergila-gila”. Perasaan tergila-gila adalah daya tarik dan gairah yang kuat dalam diri seseorang terhadap lawan jenisnya. Memang gejala-gejala  jatuh cinta dan tergila-gila terkadang hampir sama. Sebutan lain dari perasaan tergila-gila ialah puppy love, cinta monyet, cinta kekanak-kanakan, dan lain sebagainya. Mereka yang pertama kali jatuh cinta biasanya cenderung berbicara tentang perasaan “tergila-gila” ini, memikirkan hal itu siang dan malam; pikiran dan energi mereka tersita dan tidak dapat berkonsentrasi pada hal yang lain, kecuali perasaan “tergila-gila tersebut.

4. Cinta bukan Seks. Seks adalah pemberian Tuhan, sama seperti cinta juga adalah perasaan yang diberikan oleh Tuhan dalam diri manusia. Cinta lebih dari sekedar menginginkan seks. Cinta merupakan proses sebagaimana yang telah disebutkan di atas; sedangkan seks merupakan suatu aktivitas atau tindakan. Cinta bisa dipelajari; seks merupakan naluri. Cinta membutuhkan perhatian terus menerus; seks tidak perlu seperti itu. Cinta membutuhkan waktu untuk bertumbuh, berkembang dan menjadi dewasa; seks tidak perlu waktu untuk berkembang. Cinta membutuhkan interaksi emosional dan spiritual; seks hanya membutuhkan interaksi fisik. Cinta membuat hubungan dan pengenalan semakin dalam; sedangkan seks dapat terjadi tanpa hubungan atau pun pengenalan.

5. Cinta berbeda dari Nafsu. Cinta dan nafsu sering kali dianggap sama dan membingungkan bagi beberapa orang. Kamus mendefinikan cinta sebagai “rasa suka, rasa tertarik atau perasaan sangat sayang”. Sedangkan nafsu didefiniskan sebagai “dorongan yang kuat  dari dalam diri untuk melakukan sesuatu; kecenderungan, keinginan, atau gairah yang tidak baik”. Cinta berkonotasi positif, sedangkan nafsu berkonotasi negatif. Bagaimana membedakan cinta dan nafsu? Sebagaimna dijelaskan diatas tidak mudah membedakan cinta dan nafsu, tetapi seiring berjalannya waktu cinta dan nafsu akan teruji. Cinta itu tahan uji, nafsu itu mudah pudar. Karena itu disini kata kunci yang diperlukan adalah SABAR. Alkitab mengatakan “kasih itu sabar” (2 Korintus 13:4). 

Beda Cinta dan Nafsu

Untuk mendapatkan gambaran perbedaan antara cinta dan nafsu, kita dapat melihat dalam kasus Amnon dan Tamar dalam 2 Samuel 13:1-19. Kisah ini berawal dari Amnon yang merasa “jatuh cinta” dengan adiknya, Tamar. Amnon dan Tamar adalah anak Daud tetapi beda ibu. Dari cerita Amnon dan Tamr ini terlihat beda antara cinta dan nafsu, yaitu:

1. Cinta membawa kebahagiaan; nafsu membawa malapetaka. Cinta yang sebenarnya selalu menunjukkan jalan atau arah menuju kebahagiaan bagi orang-orang yang menjalaninya. Seorang pecinta yang sudah menemukan dan memahami makna cinta sejati dalam dirinya akan berada pada kondisi yang membahagiakan. Sebaliknya, orang-orang yang terkecoh dengan nafsu dan menganggap nafsu adalah cinta akan berada dalam kondisi yang membahayakan. Seseorang yang mencintai pasangannya dengan sebenar-benarnya cinta akan mengarahkan hubungannya menuju kebahagiaan sejati dengan cara menjaga dan menyayangi pasangannya. Tanpa bermaksud untuk merusak dan menyakiti. Lain halnya dengan orang-orang yang menjalin hubungan dengan landasan nafsu, mereka akan membawa hubungannya kearah kebahagiaan yang semu dan hanya berorientasi pada fisik, dalam hal ini seks. Yang justru akan menjerumuskan mereka ke dalam situasi yang membahayakan. Perhatikan apa yang dilakukan Amnon terhadap Tamar berikut ini “Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: "Marilah tidur dengan aku, adikku." Tetapi gadis itu berkata kepadanya: "Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu. Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu." Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia”. (2 Samuel 11-14).

2. Cinta itu membawa keceriaan; sedangkan nafsu membawa pada kecewaan dan berakhir dengan penderitaan. Cinta sejati dalam suatu hubungan antara seorang pria dan wanita seharusnya membawa keceriaan bagi keduanya. Apa yang dirasakan oleh Amnon bukan cinta sejati melainkan rasa tertarik yang berorientasi pada kegairahan seksual karena kecantikan fisik dari Tamar. Bila dalam suatu hubungan “falling in love” yang dirasa dan didapat hanyalah perasaan kecewa berulang-ulang, ada baiknya untuk bertanya, “apakah apakah hubungan yang kita jalani berlandaskan cinta atau nafsu? Perhatikanlah akibat perbuatan Amnon terhadap Tamar berikut ini: “Kemudian timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu, bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu dari pada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya: "Bangunlah, enyahlah!" Lalu berkatalah gadis itu kepadanya: "Tidak kakakku, sebab menyuruh aku pergi adalah lebih jahat dari pada apa yang telah kaulakukan kepadaku tadi." Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan dia. Dipanggilnya orang muda yang melayani dia, katanya: "Suruhlah perempuan ini pergi dari padaku dan kuncilah pintu di belakangnya." Gadis itu memakai baju kurung yang maha indah; sebab demikianlah puteri-puteri raja yang masih perawan berpakaikan baju kurung panjang. Kemudian pelayan itu menyuruh dia keluar, lalu mengunci pintu di belakangnya. Lalu Tamar menaruh abu di atas kepalanya, mengoyakkan baju kurung yang maha indah yang dipakainya, meletakkan tangannya di atas kepalanya dan pergilah ia sambil meratap dengan nyaring” (2 Samuel 13:14-19).

3. Cinta selalu ingin memberi; nafsu itu merampas. Ketika seseorang menjalin hubungan atas dasar cinta maka hal pertama yang dilakukannya adalah memberikan yang terbaik kepada pasangannya, bukan karena paksaan. Sementara Tamar melayani dengan tulus dan iklas, Amnon merampas keperawanan Tamar dengan cara paksa.“Tetapi gadis itu berkata kepadanya: "Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu. Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu." Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia” (2 Samuel 13:12-14).

4. Cinta tak pernah berhenti menyayangi, sedangkan nafsu berakhir dengan kebencian. Bagaimana cara kamu memperlakukan pasanganmu? Dan bagaimana cara pasanganmu memperlakukan kamu? Ini adalah cara termudah untuk membedakan mana cinta, mana nafsu.? Setelah merenggut keperawanan Tamar dengan cara paksaa, Amnon kemudian membenci Tamar. “Kemudian timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu, bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu dari pada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya: "Bangunlah, enyahlah!" (2 Samuel 13:15). Landasan seseorang dalam menjalin hubungan akan sangat menentukan pada bagaimana cara orang tersebut memperlakukan pasangannya. Orang yang menjalin hubungan dengan landasan cinta akan senantiasa memperlakukan pasangannya dengan cara-cara yang baik. Menjaga, menyayangi, memperhatikan dan selalu memberikan yang terbaik.

5. Cinta membangun sedangkan nafsu itu menghancurkan. Cinta selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, berusaha memberikan yang terbaik untuk pasangan dan selalu memperlakukan pasangan dengan cara-cara yang baik. Bagaimana dengan nafsu? Sebaliknya, orang orang yang menjalin hubungan karena nafsu cenderung memperlakukan pasangan ke arah fisik. Setiap kali bertemu, hanya ingin bermesraan, setiap kali berdua hanya ingin bercumbu, dan mengarah kehubungan seks.  

Pacaran: Boleh atau Tidak?

Satu pertanyaan yang sering ditanyakan dalam pergaulan muda-mudi Kristen adalah “bolehkah orang Kristen berpacaran?” ada orang tua yang melarang anaknya berpacaran, sementara yang lain memperbolehkan. Sebenarnya, jika pacaran diartikan sebagai “pacaran terikat antara pria dan wanita” yang identik dengan “berduaan, bercumbu dan ciuman (petting), dan seks sebelum pernikahan, maka orang Kristen dilarang berpacaran. Tetapi jika yang dimaksud dengan berpacaran adalah “pacaran tidak terikat” dan dipahami sebagai pertemanan atau persahabatan khusus antara seorang pria dan seorang wanita untuk belajar dan saling mengenal; mengetahui lebih banyak informasi tentang yang bersangkutan; mengenal yang bersangkutan dan keluarganya; maka pacaran diperbolehkan. 

Muncul pertanyaan lainnya, “kapan seseorang boleh berpacaran? Seseorang boleh berpacaran bila memenuhi syarat berikut ini: Pertama, sudah dewasa dalam umur, pikiran, dan iman; Kedua, sudah bisa mengendalikan, mengasai dan memimpin dirinya sendiri (Amsal 16:32; 2 Timotius 4:5); Ketiga, sudah mempunyai pekerjaan yang dijadikan “jaminan” untuk masa depan; Keempat, sudah siap berumah tangga. Ingat tujuan dari berpacaran adalah persiapan menuju pernikahan atau berumah tangga bukan untuk “bersenang-senang”. Bila seseorang belum siap untuk berumah tangga, sebaiknya jangan mengambil keputusan untuk berpacaran. 

Saat pria atau wanita Kristen memutuskan untuk berpacaran maka ada tiga komitmen yang harus dipegang teguh, yaitu: Pertama, berpacaranlah  dengan seorang yang seiman dan beribadah (2 Korintus 6:14); Kedua, mengendalikan diri dan menjaga kekedudusan selama berpacaran (1 Petrus 1:15-16); Ketiga, jadilah orang yang setia dan menepati janji. 

Penutup

Jatuh cinta pada pandangan pertama adalah mitos, karena cinta merupakan suatu proses yang membutuhkan waktu. Cinta sejati perlu diuji oleh waktu yang panjang bukan seketika. Sebab itu cinta perlu bersabar. Dan sabar itu menuntut proses waktu, energi, kesetiaan, dan kesungguhan hati yang tidak bisa dihitung secara matematis. Alkitab mengajarkan bahwa “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap” (1 Korintus 13:4-8). 

Alkitab mencatat bahwa Yakub jatuh cinta (fall in love) kepada Rahel, sebab itu ia bersedia dan rela bekerja pada labar dengan sabar selama tujuh tahun. Yang menarik ialah cara Alkitab menggambarkan keadaan Yakub sebagai berikut: “Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu." Sahut Laban: "Lebih baiklah ia kuberikan kepadamu dari pada kepada orang lain; maka tinggallah padaku." Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel. Sesudah itu berkatalah Yakub kepada Laban: "Berikanlah kepadaku bakal isteriku itu, sebab jangka waktuku telah genap, supaya aku akan kawin dengan dia" (Kejadian 29:18-21).

Pertanyaannya, “apakah saudara sedang jatuh cinta atau istilah sekarang “falling in love”? Ataukah baru mulai menjalin cinta? Atau bingung bagaimana menguji cinta sejati? Ujilah dengan ujian kesabaran, yang tentunya meminta proses waktu, energi, keseriusan, dan kesetiaan. Cinta sejati pastilah tahan uji, karena memang cinta itu perlu bersabar dan tidak terburu-buru. Raja Salomo memberi peringan serius “Milik yang diperoleh dengan cepat pada mulanya, akhirnya tidak diberkati” (Amsal 20:21). Karena itu, perlu berdoa dan mintalah tuntunan Tuhan dalam memilih pasangan hidup yang tepat, agar tidak terjebak dan salah dalam menentukan pilihan! Dan, perhatikanlah nasihat Firman Tuhan!


Tuhan memberkati dan salam sejahtera!
Sumber : http://artikel.sabda.org/pacaran_cinta_ataukah_nafsu

4 Perbedaan Cinta dan Nafsu

Seperti saudara kandung dimana ada cinta pasti ada nafsu, seperti koin yang berdampingan, satu sisi adalah cinta satunya lagi adalah nafsu. Patah hati atau sedih karena cinta terjadi karena ketidak -tahuan membedakan mana nafsu dan cinta. Supaya tidak terperosok dalam dosa dan tidak terombang­-ambing dalam gelapnya patah hati, berikut ini akan kita bahas 4 perbedaan utama antara cinta dengan nafsu. Mari kita bahas satu per satu.



Cinta itu membahagiakan, nafsu itu mengecewakan

Cinta sejati pastinya membahagiakan karena muncul dari relung hati yang paling dalam. Tidak ada keinginan dalam cinta sejati, yang ada hanya pengabdian dan pengorbanan. Kalaupun ada keinginan, maka itu adalah keinginan agar orang yang dicintai menjadi bahagia. Akhir dari nafsu selalu kecewa karena nafsu lahir dari pikiran yang penuh perhitungan. Cinta yang sejatinya adalah bahagia hanya menjadi adegan perhitungan untung rugi dan tawar menawar. Pada akhirnya kecewalah yang muncul. 


Cinta bikin kita ketawa, nafsu bikin kita menangis

Sejelek-­ jeleknya hubungan cinta adalah tidak dapat saling memiliki. Tapi meski demikian sebuah cinta yang sejati tidak akan ditangisi. Seperti film-­film India, cinta sejati selalu berakhir dengan nyanyian, tarian dan tertawa. Cinta tidak seperti nafsu yang ingin memiliki. Kesedihan tidak muncul dari cinta tapi dari keinginan memiliki. Ego memang adalah musuh besar dari cinta. Sehingga ego yang tidak terpenuhi menyebabkan tangisan dan kesedihan.


Cinta selalu ingin memberi, sedang nafsu ingin memiliki

Puncak dari cinta adalah pengabdian dan pengorbanan. Puncak dari nafsu adalah kepemilikan. Sangat beda bukan? Kalau cinta yang anda rasakan masih ingin memiliki maka bisa di artikan cinta anda masih palsu dan dipenuhi dengan ego.


Cinta ingin menyayangi, sedang nafsu cuma ingin menggerayangi saja

Ini adalah perbedaan utama cinta dan nafsu dan sangat terasa secara fisik. Nafsu cuma ingin hal-­hal bersifat fisik seperti seks dan harta. Sedangkan cinta yang tulus selalu memberi dengan ikhlas, seperti rasa sayang matahari ke bumi yang setiap hari memberinya cahaya tanpa embel­-embel balasan. Ke­4 poin di atas adalah empat perbedaan utama nafsu dan cinta. Hanya dengan pengalaman hidup seseorang bisa membedakan dengan baik mana nafsu dan mana cinta. Karena itu mendengar dan mengikuti nasehat orang tua adalah hal yang sangat bijaksana.

Minggu, 08 Februari 2015

Motivasi Kerja Hanya Dalam 12 Langkah

Meskipun anda sangat mencintai pekerjaan anda, ada kalanya motivasi kerja anda berada pada titik terendah. Ada beberapa alasan yang menyebabkan hal ini terjadi, namun hal terpenting yang perlu anda ketahui adalah hal ini terjadi pada siapapun pada titik tertentu. Jika anda mengikuti beberapa tips sederhana yang ada di bawah ini, anda bisa mendapatkan kembali hal-hal yang memotivasi anda:


1. Jujurlah Dengan Diri Anda
Akui bahwa anda kehilangan motivasi dan anda harus melakukan sesuatu. Kejujuran selalu merupakan cara terbaik.

2. Mengapa Anda Berada Disini?
Sangatlah mudah untuk merasa anda hanya bagian kecil, sehingga anda perlu mengingatkan diri anda mengenai gambaran besar dari yang anda kerjakan. Laporan-laporan yang anda susun mungkin tidak begitu berarti bagi anda namun mereka merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pertumbuhan perusahaan. Sadarilah betapa pentingnya hal-hal yang anda kerjakan setiap hari.

3. Untuk Siapa Anda Bekerja?
Apakah anda bekerja untuk menafkahi keluarga anda, orang tua anda atau untuk membangun karir anda? Apapun alasan yang memotivasi anda dalam bekerja, cobalah letakkan sesuatu yang menjadi pengingat di meja atau di telepon genggam/tablet anda. Sekarang anda memiliki afirmasi harian sebagai alasan mengapa anda bekerja.

4. Bacalah Buku-buku Motivasi
Hal ini mungkin terdengar konyol namun membaca buku motivasi yang baik dapat membuat anda bersemangat. Ada banyak buku motivasi tersedia di toko-toko buku dan mungkin salah satunya dapat memiliki dampak yang dramatis pada anda dalam hal motivasi kerja.

5. Hindari Rekan Kerja yang Negatif
Salah satu penguras motivasi anda dalam bekerja adalah jika anda dikelilingi oleh orang-orang yang negatif. Jika anda merasa anda kehilangan motivasi setelah mendengarkan mereka berbicara, maka anda memiliki masalah. Cobalah untuk meminta relokasi meja kerja dan berikan alasan mengapa anda mengajukan hal tersebut.

6. Poster Motivasi
Oke, hal ini mungkin sedikit klise dan terdapat banyak situs yang menjadikan hal ini lelucon, namun poster atau pesan motivasi bukanlah ide yang buruk. Tentunya anda lebih memilih untuk dikelilingi oleh pesan-pesan positif daripada negatif kan? Sangatlah mudah untuk menjadi sinis – namun memiliki keyakinan membutuhkan usaha.

7. Bicara
Jika anda merasa anda bergumul dengan motivasi kerja anda, cobalah untuk membicarakannya dengan rekan kerja yang anda percaya atau bahkan dengan atasan anda – jika atasan anda cukup terbuka untuk membicarakan hal ini. Kebanyakan perusahaan ingin anda merasa bahagia dan produktif dan sangat membantu untuk mengembalikan motivasi anda.

8. Gosip Seputar Kantor
Hindari, hindari, dan hindari gosip seputar kantor sebisa mungkin. Gosip umumnya berawal dari orang-orang yang tidak memiliki cukup pekerjaan sehingga membuat anda kehilangan fokus pada pekerjaan anda. Gosip seputar kantor tidak memiliki manfaat, sangat merusak dan orang yang anda gosipkan mungkin akan membicarakan anda besok, minggu depan, atau bulan depan.

9. Istirahat
Jika anda bergumul dengan sebuah masalah pada pekerjaan atau proyek, jangan menghantamkan kepala anda ke dinding – tinggalkan pekerjaan itu selama satu atau dua jam lalu kembali. Istirahat dapat memberikan pikiran anda kesempatan untuk menemukan solusi dari masalah anda – pikiran manusia merupakan pemberi solusi yang sangat luar biasa jika anda memberinya kesempatan.

10. Periksa Postur Anda
Apakah anda duduk bermalas-malasan pada kursi anda setiap hari? Posisi duduk seperti ini dianggap memberi sinyal psikologis yang salah kepada tubuh anda. Jika postur tubuh anda terlihat depresi dan tidak termotivasi, maka emosi anda juga akan mengikuti postur anda. Cobalah duduk tegak dan perhatikan bagaimana hal tersebut akan mempengaruhi mood anda secara cepat.

11. Minum Air
Sangatlah mengagumkan bagaimana dehidrasi dapat menyebabkan anda merasa lelah, malas, dan tidak memiliki inspirasi. 80% tubuh manusia terdiri dari cairan sehingga tubuh anda perlu diisi dengan cairan yang cukup setiap harinya. Minum air beberapa gelas per hari dapat membuat anda merasa lebih bertenaga – air merupakan bahan bakar tubuh anda jadi manfaatkanlah.

12. Selesaikanlah Pekerjaan yang Anda Mulai
Anda bangun di pagi hari dan jempol kaki anda tersandung. Dasi anda terkena pasta gigi. Lalu mobil anda mogok. Pagi yang luar biasa dan sekarang anda akan menyaksikan hari anda akan semakin buruk. Baca juga Bagaimana Tetap Termotivasi Untuk Menyelesaikan Apa Yang Telah Anda Mulai.


Keadaan emosi anda dapat anda ubah dengan melihat foto anak anda, binatang peliharaan favorit anda, atau hanya dengan menonton video motivasi (jika hal tersebut diijinkan di tempat kerja anda). Bagi saya, video selalu dapat memotivasi saya dan membuat saya tersenyum.


Semoga bermanfaat!


SUMBER http://www.akuinginsukses.com/motivasi-kerja-hanya-dalam-12-langkah/

Sabtu, 31 Januari 2015

5 Langkah Variasikan Posisi Bercinta Misionaris

Posisi misionaris selalu menjadi posisi favorit pasangan, terutama pria, saat bercinta. Posisi ini akan semakin menarik untuk dilakukan dan tidak terasa membosankan ketika divariasikan dengan cara-cara tertentu.
"Kebanyakan orang tidak sadar kalau posisi misionaris sebenarnya bisa memiliki banyak variasi, bisa menimbulkan sensasi yang lebih dan mengejutkannya cukup mudah untuk orgasme," kata Lori Buckley, Psy.D., terapis seks asal California seperti dikutip Womens Day.
Posisi misionaris ini meski tidak memudahkan wanita untuk mendapatkan orgasmenya, ketimbang women on top, tetap menjadi favorit mereka. Riset yang diungkapkan di Journal of Sexual Medicine belum lama ini menyebutkan ada 33% wanita yang mengakui memfavoritkan misionaris.
Ingin membuat posisi misionaris ini menjadi lebih menarik dan memudahkan wanita mendapatkan orgasmenya? Berikut ini lima variasi posisi seks misionaris:

1. Penyesuaian
Terapis seks Ian Kerner, Ph.D., mengatakan misionaris klasik bukanlah posisi yang membuat klitoris terstimulasi dengan intens, namun dengan satu penyesuaian mudah, semuanya bisa berubah. Penyesuaian itu adalah dengan teknik C.A.T. (Coital Alignment Technique). Saat melakukannya Minta pasangan mengangkat tubuhnya sedikit lebih ke atas sehingga tulang pubisnya menyentuh area klitoris Anda. Secara ilmiah hal ini terbukti meningkatkan kenikmatan. Dalam Journal of Sex and Marital Therapy dikatakan, dengan posisi CAT, kemungkinan wanita meraih orgasmenya meningkat 50%.

2. Lebih Dalam
Ketika pasangan berada di atas angkat lutut hingga menyentuh dadanya. Agar penetrasi pasangan lebih dalam dan Anda tetap seimbang, pegang area paha. "Dengan cara ini, Mr Happy pasangan langsung mengarah ke serviks, sehingga untuk wanita sensasi yang dirasakan lebih memuaskan," ujar Sadie Allison, D.H.S., penulis Ride'Em Cowgirl.

3. Kontrol Situasi
Misionaris identik dengan posisi yang membuat wanita pasrah sementara si pria mengontrol ritme bercinta dari atas. Sebenarnya kondisi tersebut bisa diubah. Para istri bisa mengontrol ritme bercinta dengan menempatkan salah satu kaki di pundaknya, sedangkan kaki satunya tetap berada di tempat tidur. Dengan ritme sesuai keinginan, Anda bisa bergantian menempatkan posisi kedua kaki tersebut. "Gerakan naik turun ini menimbulkan sensasi nikmat di area G-spot," kata Ian Kerner

4. Gunakan Alat Bantuan
Bantuan yang dimaksud di poin kedua ini bisa vibrator atau tangan Anda sendiri. Vibrator tersebut bisa digunakan agar klitoris wanita tetap terstimulasi. "Trojan dan perusahaan kondom lainnya pasti merilis vibrator cincin. Alat ini berupa cincin plastik kecil yang ditaruh di pangkal paling bawah penis dan biasanya memiliki getaran yang kecil. Sudah banyak yang sukses dengan alat ini," ujar Sex Therapist Ian Kerner.

5. Planking
Anda pernah mendengar tren plangking? Untuk yang belum paham, plangking adalah aktivitas yang mengharuskan pelakunya berbaring tengkurap dengan tangan sejajar di atas obyek yang unik, aneh ataupun berbahaya. Aktivitas planking yang sedang trend ini ternyata bisa juga diterapkan saat bercinta dan menimbulkan sensasi Miss V lebih rapat.

Untuk bercinta dengan posisi planking ini, Anda berbaring seperti akan melakukan posisi misionaris. Lalu, pastikan kedua kaki tertutup rapat. Usahakan Anda sudah cukup memiliki cairan lubrikasi saat si dia mulai melakukan penetrasi. Posisi ini membuat Miss V lebih rapat untuk Mr Happy pria.


http://wolipop.detik.com/read/2014/10/17/174643/2722321/227/2/5-langkah-variasikan-posisi-bercinta-misionaris

Jumat, 09 Agustus 2013

Dampak Smartphone, Kurangnya Kemampuan Bahasa Anak-Anak

Vemale.com - Para pakar khawatir kosakata anak menjadi berkurang akibat pola belajar yang kini memanfaatkan pesan elektronik, pesan singkat, dan komputer. Alasannya, karena otak kita dirancang untuk belajar kata-kata baru yang kita dengar dari percakapan sehari-hari.
Namun, kini anak lebih banyak belajar dengan ponsel pintar, tablet, dan komputer, dibandingkan mendengarkan penjelasan guru dan orangtua, sehingga generasi muda tidak punya kesempatan mendengar beragam kosakata, ujar pakar.
Seperti dikutip dari laman Daily Mail, para pakar mengklaim bahwa tradisi mengajarkan ilmu pengetahuan secara lisan telah terkikis karena baik anak maupun orang dewasa menghabiskan banyak waktu di depan layar.
Marco Catani dari Institut Psikiater di London mengatakan, "kita lebih jarang bercakap-cakap dan anak-anak kita belajar lewat gadget. Mereka punya akses internet, iPhone, telepon genggam, dan tablet komputer. Mereka lebih visual daripada auditory sehingga sepertinya mereka akan memiliki rata-rata kosakata lebih sedikit dibandingkan generasi sebelumnya."
Penggunaan komputer secara konstan telah dijadikan alasan mengapa generasi muda tidak terlalu fokus, lebih egois, dan memiliki budaya puas akan sesuatu yang instan. Penelitian Catani menyimpulkan bahwa anak yang belajar dari gambar di layar akan lebih sulit belajar kosakata dibanding yang belajar dengan mendengarkan percakapan.
Dalam sebuah studi, 27 otak relawan dipindai saat mereka sedang mempelajari sebuah kata. Ternyata, kuncinya adalah mendengar dan meniru kata tersebut secara verbal untuk dapat mengerti sebuah kata baru.
"Saat belajar kata baru, Anda memulainya dengan mendengar bunyinya, lalu Anda ulangi itu sampai Anda bisa mengucapkannya dengan benar. Lewat proses ini kosa kata Anda bertambah mulai dari umur setahun hingga Anda mengerti 30.000 kosakata saat dewasa."
Hasil pindaian itu mengungkapkan bahwa satu area otak, arcuate fasciculus, sangat penting dalam proses belajar. Bagian berisi syaraf-syaraf itu menghubungkan dua bagian yang berfungsi dalam berbahasa, satu bagian untuk mendengar dan mengartikan bunyi, dan satu lagi yang menggerakkan mulut untuk berbicara.
Penelitian tersebut menemukan bahwa relawan yang memiliki arcuate fasciculus yang kuat dapat lebih mudah belajar kata-kata baru. Saat sebuah kata terdengar familier, kata-kata tersebut disimpan di bagian lain dalam otak.
Penemuan yang dilaporkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa mendengar, mengulang, dan percakapan adalah hal-hal penting dalam belajar bahasa.

Hampir 20 Persen Orang Tua Menganggap Anak Mereka Jelek

Vemale.com - Orang tua adalah manusia biasa, mereka bisa bangga dengan anak-anak mereka, bisa juga kecewa. Hal tersebut normal, tetapi saat mereka kecewa dengan penampilan fisik anak mereka, terasa miris. Nyatanya, ada banyak orang tua yang diam-diam kecewa dan menganggap anak mereka jelek.
Hasil survey terbaru yang dilakukan PromotionalCodes.org.uk membuka mata banyak orang bahwa penilaian fisik tidak hanya terjadi pada bidang tertentu, bahkan para orang tua bisa merasa kecewa dari fisik buah hati mereka sendiri, dilansir situs Dailymail.co.uk.
  • Sebanyak 82 persen orang tua bangga dengan ketampanan atau kecantikan anak mereka.
  • 18 persen orang tua mengaku kecewa karena menganggap anak mereka jelek. Setengah dari mereka bahkan membahas hal ini pada pasangan mereka. Sementara itu 8 persen dari mereka mengungkapkan kekecewaan pada orang lain.
Menilai fisik semata, apalagi pada buah hati sendiri adalah hal yang tabu. Tetapi seiring perkembangan zaman, ada banyak ketakutan orang tua jika anak-anaknya tidak cantik atau tampan, terutama saat anak mereka masih bayi.
"Ada banyak tekanan bagi mereka yang baru menjadi orang tua, tekanan dalam segala hal, dan ini adalah hal yang masih tabu," ujar seorang ayah yang tergabung dalam survey.
Juru bicara survey mengatakan bahwa sejak dulu orang tua diprogram untuk mencintai anak mereka, seperti apapun itu. Hanya saja, sekali lagi, orang tua adalah manusia biasa yang bisa kecewa.
Bagaimana tanggapan Anda?

Rabu, 13 Maret 2013

Jauhi 8 Sifat Istri yang Dibenci Suami


KUNCI utama rumah tangga bahagia adalah adanya saling cinta dan kasih sayang antara suami dan istri.  Sang suami akan menghargai dan memberikan segenap cinta dan kasih sayang kepada istrinya, jika kaum wanita pun memberikan cinta dan penghargaan kepada suaminya. Demikian pula sebaliknya.
Agar istri tidak kehilangan rasa cinta dan rasa hormat suaminya, maka seorang istri harus mengetahui dan menjauhi sifat-sifat wanita yang dibenci suami. 
Di antara sifat-sifat tersebut yang paling menonjol, sebagaimana ditulis Shabah Sa’id dalam bukunya Az-Zaujah Al-Mubdi’ah wa Asrar Al-Jamal, antara lain:

1.  Istri yang sibuk dengan dirinya sendiri.
Istri seperti ini biasanya menjauhi segala urusan suami, dan lebih mementingkan urusan serta kegemarannya sendiri. Pada dasarnya, istri seperti ini merasa nyaman setiap kali dia bisa menyendiri, serta bisa menjaga segala apa yang dia dengar, dia lihat, dan dia sentuh untuk diri sendiri. Boleh jadi hal ini merupakan akibat adanya penyakit psikis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
…Istri seperti ini adalah istri yang mengabaikan eksistensi suaminya. Karena dia selalu tidak meminta saran suaminya, atau tidak melibatkannya dalam urusan keluarga…

2.  Istri yang suka mendominasi.
Istri seperti ini adalah istri yang mengabaikan eksistensi suaminya. Karena dia selalu tidak meminta saran suaminya, atau tidak melibatkannya dalam urusan keluarga. Dia senantiasa menjalankan sendiri segala urusan keluarga dan urusan rumah dengan tanpa memandang pendapat suami.
Di sini, seorang suami akan merasa bahwa jati dirinya telah hilang, sebab yang bisa dia lakukan untuk kebaikan rumah atau anak-anaknya hanya menyerah saja, atau mengabaikan keberadaan dirinya. Pria semacam ini, jika tidak memisahkan dirinya dari istri seperti itu, bisa jadi dia akan berusaha mencari, atau mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini dari wanita lain.

3.  Istri yang gemar berdusta.
Salah satu hal yang mesti dimiliki dalam hubungan pernikahan adalah unsur kejujuran dalam segala hal. Ini mengingat, kejujuran merupakan salah satu pilar ketenteraman dan kebahagiaan. Di luar sana terdapat banyak wanita yang gemar berdusta. Mereka menjadikan dusta sebagai hobi atau sebagai dalih karena takut sesuatu. Namun apa pun alasannya, dusta dan tipu daya adalah dua hal yang paling dibenci kaum pria. Meskipun terkadang seorang pria menerima tindakan dusta dari istrinya karena satu atau lain hal, namun penerimaan seorang suami terhadap sifat buruk itu biasanya disertai dengan pandangan  meremehkan.

4.  Istri yang kejam/galak.
Istri semacam ini adalah istri yang begitu mudahnya memberikan hukuman kepada suaminya, ketika suaminya melakukan suatu hal tertentu. Istri seperti ini terus-menerus meresahkan suaminya, sebab karakter permusuhannya tersebut. Selain itu, istri seperti ini akan terbiasa mengeluarkan kata-kata pedas, keras, dan kasar kepada tetangga, teman-teman, dan anggota keluarganya. Istri yang kejam, tentunya menimbulkan banyak masalah bagi suaminya, bahkan bagi anak-anaknya pula. Sehingga tertanam dalam jiwa anak-anaknya sikap tidak senang dan akan menjauh dari ibunya.
…Istri galak, begitu mudahnya memberikan hukuman kepada suaminya, ketika suaminya melakukan suatu hal tertentu. Istri seperti ini selalu meresahkan suaminya…

5.  Istri yang menyulitkan.
Wanita semacam ini terbiasa hidup dalam suasana kehidupan yang penuh dengan perilaku buruk, gejolak rumah tangga, senantiasa menciptakan benih-benih perselisihan. Sebab setiap kata yang terlontar dari mulut suaminya yang berisi perintah terhadap hal penting yang mesti dilakukan istrinya, ternyata istrinya malah menepis semua perkataan suaminya dan menolak bertanggungjawab atas hal itu. Sehingga seringkali dia menciptakan kesulitan dan menyulut pertikaian antara dirinya dengan suaminya. Dalam kondisi demikian, sang suami lebih mengutamakan untuk menjauh dari rumah, atau barangkali dia akan tetap di rumah dan ikut-ikutan dengan sifat buruk istrinya.

6.  Istri yang pasif.
Istri semacam ini akan membiarkan dan menyerahkan segala urusan kepada suaminya, sehingga suaminya menjalankan seluruh urusan keluarga dan rumah tangga. Peran istri hanya terbatas menjalankan instruksi-instruksi suaminya. Dia senantiasa menyerah dalam segala hal, seakan-akan dia menuntut suaminya agar lebih berkuasa dengan tanpa berusaha menunjukkan perannya atau keberadaannya sedikit pun terhadap suaminya, padalah dia adalah pasangan hidup bagi suaminya.

7.  Istri yang keras kepala.
Istri semacam ini adalah istri yang keras kepala dalam segala hal, dan dia terus berlindung di balik sifatnya yang keras kepala itu. Sebab dia mendapatkan kenyamanan pada dirinya ketika dia bersikeras mengikuti pendapatnya, sekalipun itu salah. Di samping itu, melalui cara itulah dia mendapatkan kepuasan diri. Misalnya, andai suaminya menginginkan satu jenis makanan, dia terus-menerus menyiapkan jenis makanan lainnya, sekalipun sebenarnya jenis makanan itu juga tidak disukainya. Wanita semacam ini adalah wanita yang paling dibenci kaum laki-laki.
…Istri yang keras kepala dalam segala hal adalah wanita yang paling dibenci kaum laki-laki…

8.  Istri yang menggemari rutinitas.
Istri semacam ini adalah sosok yang menganggap bahwa pernikahan adalah akhir dari segala kehidupannya. Sebab segala ambisi dan keinginannya telah dipendam dalam-dalam pasca menikah. Menurutnya, setelah menikah tidak ada lagi keinginan dan ambisi. Dengan begitu, dia beranggapan bahwa hari ini sama dengan hari kemarin, dengan artian, bahwa segala sesuatu dalam kehidupan pernikahan hanya sarat dengan rutinitas yang teratur dan monoton.
Hal-hal di atas adalah bagian dari sifat-sifat istri yang paling dibenci kaum suami. Oleh karena itu, hendaknya para istri kembali meniti kembali gaya hidupnya dengan menjauhi sifat-sifat di atas, demi meraih kebahagiaan dan ketenteraman kehidupan rumah tangga. [ganna pryadha/voa-islam.com]

Senin, 04 Maret 2013

Ketika Hubungan “Intim” Tidak Lagi Menggairahkan

Ketika Hubungan “Intim” Tidak Lagi Menggairahkan

HIDUPKATOLIK.com - Hidup perkawinan ibarat sebuah roller coaster, kadang di atas kadang di bawah. Kebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti ibarat sebuah roda yang berputar. Saat kebahagiaan datang, yang ada hanya rasa senang dan gembira. Namun sebaliknya, saat kesedihan hadir, segala persoalan timbul tanpa ada halangan. Dalam situasi sulit, bukan tidak mungkin semua yang menjadi persoalan muncul. Dari persoalan remeh temeh hingga persoalan kompleks. Segala timbunan persoalan tumpah ruah bak air bah yang menerjang tanpa ada halangan. Inilah yang kemudian merembes ke berbagai persoalan hingga di tempat tidur.

Tempat tidur pada dasarnya sebuah area relasi intim antara suami-istri. Persoalan bisa muncul dari tempat ini, namun juga bisa diselesaikan di tempat ini pula. Kedekatan suami-istri bisa diawali dari ruang ini, namun juga bisa diakhiri di tempat ini pula. Betapa penting dan berartinya tempat ini hingga banyak pasangan menjadikannya sebagai indikator kehangatan dan keharmonisan keluarga dan relasi suami-istri. Kedekatan antarpasangan menjadi titik kunci berlangsungnya relasi suami-istri. Bahkan, dalam konteks yang lebih mendasar adalah keberlangsungan sebuah keluarga juga bisa diprediksi dari sejauh mana kehangatan dan keintiman masih bisa dirasakan di tempat tidur.

Hubungan intim dalam pengertian ini lebih pada hubungan antara pasangan suami-istri dalam relasi yang lebih intim, relasi antara laki-laki dan perempuan, relasi yang lebih hakiki sebagai sebuah bentuk kedekatan yang lebih erat. Seks dalam relasi antara suami-istri tidak bisa dimaknai hanya sekadar sebuah bentuk kewajiban dan rutinitas, namun perlu dimaknai dalam substansi yang lebih hakiki sebagai sebuah perwujudan cinta antara laki-laki dan perempuan yang terikat oleh rasa cinta dan kasih sayang.

Seks adalah sebuah pemaknaan akan sebuah hubungan yang lebih mendasar, yang tidak hanya sekadar hubungan perkelaminan. Seks dalam konteks companionate love (Cicarelli dan Meyer, 2006) pada dasarnya melibatkan komitmen yang mendasari adanya keintiman dan juga hasrat. Komitmen ini mengandung pengertian adanya keinginan untuk mencari kedekatan emosi yang lebih intim, kebutuhan memahami, serta kehendak untuk melanggengkan relasi yang tidak hanya sekadar hubungan seksual semata-mata.

Kepuasan yang muncul tidak hanya sekadar bahwa tatkala hasrat seksual muncul kemudian dituangkan dalam bentuk hubungan seksual, seperti berpegangan tangan, memeluk, dan yang lebih intens adalah sexual intercourse. Namun, di atas segalanya adalah kebutuhan untuk saling memperhatikan, memahami, dan saling menerima.

Dalam banyak kasus, ritme hubungan intim ini juga naik turun. Kadang hangat namun tak jarang mendingin tanpa sebab atau memang disadari. Mendinginnya hubungan ini, seringkali menjadi semacam indikasi adanya persoalan yang muncul. Relasi yang hanya didasari oleh sebuah rutinitas dan kewajiban yang dijalankan namun tidak dimaknai, pada akhirnya hanya akan jatuh pada sebuah hubungan mekanis yang membuat pasangan menjadi merasa memiliki sebuah tugas yang harus dijalani atas nama hubungan suami-istri, atas nama kelanggengan keluarga. Relasi ini tinggal menunggu waktu yang pada akhirnya akan mendingin.

Ada beberapa hal mengapa hubungan intim sejalan dengan berjalannya waktu akan mendingin atau justru menjadi sebuah hubungan mekanis semata.

  • Saat hubungan ini hanya dianggap sebagai sebuah kewajiban yang ‘wajib’ dilakukan atas nama hubungan suami-istri. Saat itu, sebenarnya kita sudah menjebak diri kita sendiri sebagai sebuah mesin yang hanya ‘on’ di saat kita kehendaki.
  • Beban hidup dan beban persoalan yang mengakibatkan stres atau bahkan depresi. Kondisi stres akan membuat orang menjadi kurang ‘berselera’. Stres mengakibatkan seseorang kadang sulit untuk melakukan kegiatan yang bersifat menyenangkan.
  • Sakit fisik yang membuat seseorang menjadi kurang bergairah dan kurang bertenaga untuk melakukan hubungan intim.
  • Kejenuhan dalam relasi antara suami-istri. Hal ini bisa saja disebabkan oleh kurangnya waktu berkualitas untuk menjalin relasi dan komunikasi antarpasangan, jarak dan waktu yang menyebabkan keduanya terpisah. Persoalan yang muncul di antara kedua pasangan yang tidak kunjung bisa diselesaikan dan menjadi bom yang siap diledakkan.
  • Hidup perkawinan yang dirasa monoton, membosankan. Ketidakpuasan dalam hubungan seks sehingga hubungan ini sulit dinikmati di antara keduanya atau hanya salah satu.
Beberapa penyebab di atas, bisa saja salah satu atau beberapa di antaranya menjadi penyebab ‘mendinginnya’ relasi antara suami-istri, sehingga berimbas pada kurang hangatnya hubungan intim yang terjalin. Lantas, bagaimana hal ini diantisipasi atau diselesaikan? Tips-tips berikut ini semoga bisa dicoba dan bermanfaat:
  • Pertama-tama yang perlu dilakukan adalah memahami bahwa hidup perkawinan tidak selalu ditandai dengan nafsu yang menggebu-gebu. Beberapa pengalaman bahkan menunjukkan bahwa relasi suami-istri yang telah berjalan begitu lama menciptakan hubungan yang lebih bersifat pertemanan dengan dasar komitmen dan pemahaman yang kuat antara satu dengan yang lain. Situasi ini membuat hubungan intim menjadi bentuk relasi yang bersifat meneguhkan yang didasari oleh rasa saling mengerti dan menerima.
  • Jika memang ada problem yang muncul di antara pasangan, memang perlu diurai dan diselesaikan secara bersama-sama karena persoalan ini bisa menjadi ganjalan yang bisa menghambat kedekatan dan keintiman bersama. Dalam realitas, justru yang terjadi adalah persoalan hanya dirasakan di satu pihak, sehingga menimbulkan perasaan tidak berharga, disepelekan, dan tidak berarti bagi pihak lain. Bahkan, demi menjaga keutuhan rumah tangga agar tidak menimbulkan konflik, yang dilakukan kemudian adalah memendam persoalan dan berharap dengan berjalannya waktu akan selesai begitu saja. Namun seberapapun kecil persoalan, jika tidak segera diselesaikan pada waktunya akan menumpuk dan bisa muncul bagai bom atom dan menjadi kerikil yang mengganjal. Cobalah untuk menyelesaikan dan jika perlu mohon bantuan orang lain.
  • Kualitas komunikasi yang kurang juga bisa menjadi faktor penyebab hambarnya hubungan ini. Tuntutan pekerjaan atau jarak antara pasangan yang berjauhan bisa menjadi penyebab berkurangnya waktu untuk bertemu, dan ini membuat kedekatan juga bisa berkurang. Karena terbatasnya waktu bertemu, maka saat bertemu pun hanya membicarakan hal-hal yang sebisa mungkin mengurangi kemungkinan konflik. Atau bisa jadi justru yang sebaliknya terjadi. Pada saat bertemu menjadi ajang konflik karena sudah bertumpuknya persoalan selama sekian waktu lamanya. Dalam situasi sekarang, kemudahan jalur komunikasi memang perlu diupayakan dan dimaksimalkan. Kehangatan diupayakan dengan berbagai cara melalui berbagai jalur komunikasi yang mungkin.
  • Kejenuhan dalam hubungan intim perlu dibicarakan. Sesekali refreshing bersama, mendiskusikan variasi-variasi yang dikehendaki, membangkitkan rasa ingin tahu bersama, dan melakukan berbagai eksplorasi yang dimungkinkan bisa jadi akan memberikan suasana berbeda.
  • Pada akhirnya, hubungan intim adalah bentuk hubungan yang didasari oleh kebutuhan untuk ‘saling’ membahagiakan dan menyenangkan pasangan, bentuk hubungan untuk menjaga komitmen dan kelanggengan, dan ini akan terus menjadi pekerjaan rumah yang bisa dieksplorasi bersama dengan tentu saja keterbukaan pada masing-masing pihak.

Th. Dewi Setyorini - 

http://www.hidupkatolik.com/2013/02/20/ketika-hubungan-intim-tidak-lagi-menggairahkan


Rabu, 27 Februari 2013

Empat Lilin


Ada empat lilin yang menyala,
Sedikit demi sedikit habis meleleh
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.
Lilin pertama berkata:
“Aku adalah damai”namun manusia tak mampu menjagaku.
Hati mereka membeku dan membatu dalam kebencian
Maka lebih baik aku mematikan diriku sendiri!
Demikianlah sedikir demi sedikit sang lilin Damai padam
Lilin kedua berkata
“Aku adalah Iman”Sayang aku tak berguna lagi,
Manusia saling mencurigai dan tertutup.
Untuk itulah tak ada gunanya lagi
Aku tetap menyala.
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran
Lilin Ketiga  bicara:
“Aku adalah Cinta”tapi aku tak mampu lagi
untuk tetap menyala.
Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna.
Mereka saling membenci, bahkan membenci orang yang mencintainya, membenci keluarganya.
Tanpa menunggu waktu lam, maka matilah Lilin ketiga.
Dengan mata bersinar, sang anak megambil lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah boleh mati, hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita…
…dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi
apapun, mampu menghidupkan dan menyalakan kembali
Damai, Iman, Cinta
Dengan
HARAPAN-nya !!!

10 Hal yang Membentuk Keluarga Katolik yang Hebat


Keluarga dewasa ini mempunyai segala macam bentuk dan ukuran. Mengabaikan segala perbedaan yang ada, satu hal yang pasti : memelihara keluarga yang kuat membutuhkan banyak waktu, tenaga dan usaha, dan tentu saja segudang doa! Melihat diri kita sendiri melalui mata iman kita, kita melihat bahwa, meskipun kita tidak selalu menjadi keluarga yang sempurna setiap hari, kita menjadi “lebih suci”, dan “lebih baik” dari yang kita pikir.
Membuat Kebaktian Minggu Menjadi Pusat Kegiatan Keluarga dalam Seminggu
Dasar kuat hidup keluarga Katolik – yang melekatkan kita bersama – adalah Kebaktian Minggu. Jika Anda mempunyai anak kecil, keluar dari rumah untuk pergi ke gereja hampir sama seperti tantangan untuk membuat anak kecil tenang dan diam selama kebaktian. Jika Anda mempunyai anak remaja, tantangan terbesar (setelah membangunkan mereka dan membuat mereka bangun dari tempat tidur) adalah membuat mereka memberi perhatian. Tentunya, pergi ke Kebatikan tiap minggu setimpal dengan usaha yang dikeluarkan.
Ketika kita mendekati altar Tuhan untuk menerima Ekaristi, berbagi Tubuh dan Darah Kristus memperdalam komuni kita denganNya, dan melaluiNya, membangun TubuhNya, GerejaNya. Bersama dalam komuniti, kita menyanyi lagu gereja dan belajar bagaimana suara kita bergabung bersama. Kita mendengarkan “Perintah Tuhan” dan belajar bagaimana mengikuti Yesus. Kita berdoa bersama dan belajar mengenai keheningan dan kerendahan hati. Pada hari Minggu kita diingatkan bahwa pusat kehidupan keluarga kita adalah Kristus.
Bersyukur
Di dalam dunia “rumput tetangga lebih hijau”, adalah mudah untuk melihat rumput tetangga (atau melalui acara TV favorit kita yang menunjukkan bahwa semua masalah bisa diatasi dalam waktu 22 menit) dan lama untuk masalah yang kita hadapi. Tetapi kita telah menemukan bahwa kunci untuk keluarga bahagia adalah mengambil peran dari apa yang diberikan kepada kita. Adalah penting untuk diingat (dan mengingatkan anak kita) bahwa semua berasal dari Tuhan – harta benda, teman dan keluarga, bakat. Frank A. Clark, politikus Amerika, pernah berkata, “Jika seseorang tidak bersyukur terhadap apa yang ia punyai, ia tidak akan pernah bersyukur terhadap apa yang akan ia dapatkan.” Keluarga Katolik yang hebat merayakan pemberian, tidak peduli seberapa kecil itu.Ini berarti bersyukur selalu meski dalam keadaan susah, tentunya terutama pada saat bahagia.
Memberi
Sebagian dari rasa bersyukur adalah dengan memberi. Keluarga Katolik mengingat bahwa Tuhan tidak selalu memberi lebih, menjadikan kita tamak. Keluarga Katolik yang diberkati dengan berlimpah dipanggil untuk menggunakan limpahannya tersebut untuk keluarga yang kurang. Hal ini untuk menjamin bahwa keluarga yang mempunyai sedikit dapat hidup lebih baik. Anak-anak yang melihat orang tuanya memberi, mereka akan mengikuti jejak orang tuanya – walaupun apa yang mereka berikan jauh lebih sedikit dari yang diberikan orang tuanya.
Biarkan Cahaya Mereka Bersinar
Anggota komuniti yang beriman – dan anggota keluarga – dipanggil untuk menggunakan karunia mereka. Anda tidak perlu menjadi juara nyanyi untuk menjadi anggota paduan suara di gereja. Jika Anda dapat bermain piano dengan baik atau membaca Alkitab secara hidup, Anda sudah berbagi karunia. Sebagai permulaan yang baik Anda dapat bertanya kepada pastor Anda bagaimana keluarga Anda dapat melayani lebih baik di paroki. Mungkin berbagi makanan dengan keluarga yang kurang. Remaja dapat membantu melalui program paroki. Saling menyemangati anggota keluarga yang lain untuk memberikan karunia mereka dalam kehidupan sehari-hari. Jangan memandang rendah terhadap sedikit kesabaran, kegembiraan atau hal kecil lainnya yang dapat membantu orang di sekitar kita.
Bertengkar dengan Adil 
Sebesar yang kita inginkan akan keluarga yang sempurna, kenyataannya semua keluarga mempunyai masalah. Kita harus menghadapinya. Tidak menjual saudara sendiri ke perbudakan seperti yang Saudara Yosef lakukan adalah permulaan yang baik, bahkan bertengkar mempunyai aturannya. Keluarga yang bertengkar dengan baik telah menjalankan 10 Perintah Tuhan. Sebagai contoh : tidak menyebut nama Tuhan secara sembarangan ketika sedang bertengkar, berkata jujur walaupun akan menyakitkan, dll.
Anggota keluarga yang bertengkar untuk kemenangan pribadi kehilangan kesempatan dan perasaan untuk berjuang bersama, dan menang sebagai tim. Keluarga Katolik yang Hebat memeriksa temperamen, menghormati kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan selalu ingat bahwa halangan membuat kita menjadi lebih kuat.
Membuat Kesalahan
Sebagai orang Katolik, kita percaya bahwa kita diciptakan sesuai rupa Allah, bukan berarti kita adalah tuhan. Semakin tua, kita semakin sadar bahwa kita manusiawi. Kita saling menjatuhkan. Kita gagal. Kita berdosa. Dan, untuk tumbuh sebagai pribadi dan keluarga, kita belajar bahwa ada batas antara membuat kesalahan dan percaya bahwa Andaadalahkesalahan. Tuhan tidak pernah berbuat salah. Kita semua punya martabat, dan istimewa di mata Tuhan.
Memaafkan
Ketika Yesus memerintahkan kita untuk memaafkan(Mat 18:22), memaafkan anggota keluarga dapat sangat sulit untuk dilakukan, walaupun untuk sekali. Kita mencoba mengajarkan anak kita untuk bertanggung-jawab terhadap segala tindakan mereka, mengakui ketika mereka salah dan meminta maaf. Tetapi memaafkan memerlukan aksi iman dan kepercayaan.
Orang tua : Ketika Anda salah, akui dan minta maaf, bahkan kepada anak kecil.
Anak-anak : Memaafkan bukan senjata untuk digunakan.Ketika orang tua atau saudara meminta maaf, ampunilah mereka. Tidak ada perasaan yang lebih indah selain memaafkan dengan tulus, mencoba dengan hati lebih bersih dan mencoba dari awal lagi.
Mengingat Ritual
Ritual keluarga atau tradisi membantu kita untuk menemukan siapa kita dan apa yang kita percaya. Berdoa sebelum makan, menyalakan lilin saat Adven, menyanyi lagu ulang tahun secara khusus adalah semua cara istimewa yang menunjukkan ikatan kuat dalam keluarga. Tradisi terbaik dalam keluarga akan diteruskan dari generasi ke generasi.
Mendengarkan saat untuk Tuhan
Elisa berharap untuk mendengarkan suara Tuhan mengelegar seperti petir, tetapi ia terkejut ketika suara Tuhan tidak terdapat pada angin, atau gempa bumi, atau api. Malahan suara Tuhan datang ke Elisa dalam suasana hening setelah petir, dalam bisikan (I King 19:11-13). Sepertinya itu adalah bagaimana cara Tuhan berbicara kepada kita pada hari ini di tengah kesibukan keluarga kita. Adalah penting untuk berhenti dan menyadari saat bersama Tuhan, mungkin di tempat tidur atau di mobil, ketika kita benar-benar berbagi diri kita dengan yang lain dan menyadari kehadiran yang lain dengan tulus. Rendahkan kebisingan kehidupan dan berikan waktu untuk kedamaian hadir.
Latih Cinta yang Tak Berkesudahan
Dalam Perjanjian Baru Yohanes, Yesus memberikan perintah baru kepada murid-muridNya sebagai dasar hidup mereka :”(Yoh 13:34). Kita dipanggil untuk menjadi model Yesus untuk mencintai – dalam pelayanan satu sama lain, dan komit untuk tidak egois. Tidaklah mudah untuk dilakukan, tetapi mencoba mencitai seperi apa yang dilakukan Yesus adalah hati dari pembentukan dan pemeliharaan keluarga Katolik yang hebat.

diambil dari http://momentku.bitfreedom.com/10-hal-yang-membentuk-keluarga-katolik-yang-hebat

Kamis, 22 November 2012

Kiat Sukses Mendidik Anak


Para sahabat semua, para pembaca yang budiman khususnya yang berprofesi sebagai pendidik atau guru sekolah di manapun berada. Atas permintaan sedulur dengan Nickname laku perihatin, berikut saya share tentang kiat-kiat a la kejawen agar supaya sukses dalam mendidik anak kandung ataupun anak didik di sekolah.
Tip Sukses
Jawa artinya jiwa kang kajawa, jawi yakni jiwa kang kajawi. Artinya, prinsip hidup kejawen mengutamakan laku penghayatan atau implementasi nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari. Ada pepatah mengatakan, “guru kencing berdiri murid kencing berlari”. Mendidik anak, yang paling utama adalah memberi contoh sikap dan perilaku si pendidik dalam kehidupan sehari-harinya. Untuk bisa ngemong orang lain, kita harus bisa ngemong diri kita sendiri terlebih dulu. Pabila diri kita masih mudah terpancing emosi, gampang terhasud, mudah marah, kurang sabar dan tulus dijamin mudah gagal saat mendidik anak. Apalagi seorang calon pemimpin bangsa yang mempunyai sikap temperamental, suka iri hati, panasten, mudah marah dan terpancing emosi pastilah hanya akan menjadi penguasa otoriter, fasis, lalim dan suka menzolimi rakyatnya. Kiat sukses mendidik anak masih termasuk dalam penjabaran kiat sukses dalam pergaulan a-la Jawa. Adapun kiat-kiat sebagaimana dalam ajaran kejawen mendidik anak adalah sbb ;
  1. Komunikatif. Pendidikan dilakukan sejak masih di dalam kandungan. Seringlah diajak bicara atau berkomunikasi, dilantunkan tembang, serta sering membelai-belai perut ibu yang mengandung. Getaran batin antara ayah-anak-ibu akan saling bersentuhan dengan lembut. Kelembutan kasih sayang ini akan menciptakan kekuatan daya cipta dan kekuatan batin bagi si jabang bayi. Jangan heran bila di antara anda akan merasakan ternyata janin di dalam kandungan sudah bisa diajak berbicara. Apalagi bila sukmanya lebih tua dari usia jasadnya. Dalam mengimplementasikan kegiatan mengajar di sekolah, hendaknya kita sebagai guru lebih bersikap egaliter, tidak menerapkan pola patron-client (tuan-hamba). Agar supaya antara guru dengan murid memiliki hubungan batin yang lebih erat. Rasa sejati-nya saling nyambung. Terjadinya kontak rasasejati ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa saling menghargai dan menghormati antara guru dan murid.
  2. Mendidik dengan sikap welas asih. Dalam mendidik musti dilakukan dengan kasih sayang yang tulus. Ojo ngoso lan kodhoKetulusan kasih sayang akan menghasilkan  energi positif yang kuat memancar beresonansi yang akan menyentuh alam pikiran bawah sadar para peserta didik. Kita menyadari bahwa hidup ini tidak lain untuk SALING MEMBERI dan MENERIMA kasih sayang kepada dan dari seluruh makhluk. Sekalipun kpd anak didik yg harus disayangi, seorang guru juga harus mengekspresikan suatu harapan untuk menerima kasih sayang dari para anak didik kita. Cara ini akan memotivasi anak didik untuk belajar memberikan kasih sayang kepada bapak-ibu guru khususnya dan kepada seluruh makhluk pada umumnya.
  3. Bidiklah alam pikiran bawah sadar. Untuk anak kita di rumah, lantunkan tembang-tembangseserepan (pelajaran) tentang  kehidupan pada saat anak menjelang dan sedang tidur. Karena kebiasaan ini mempunyai efek sangat posistif. Dalam kondisi tidur, pada saat itu gelombang otak mencapai level tetha sehingga alam pikiran bawah sadar masih terjaga,  apalagi kesadaranrasasejati-nya tetap melek walau dalam keadaan tertidur pulas (mendengkur) di mana gelombang otak mencapai level delta.  Dalam keadaan di atas kalimat lantunan tembang yang mengandung pelajaran adiluhung mudah direkam ke dalam alam pikiran bawah sadar-nya. Maka dalam khasanah kesenian Jawa dikenal tembang khusus untuk menidurkan anak, DANDANG GULA TURU LARE. Tembang itu bagaikan mantra yang penuh energi bila dilantunkan saat anak menjelang tidur. Dan mudah terpatri di dalam sanubari karena menjelang tidur keadaan gelombang otaknya berada pada level alpha. Untuk tembang-tembang tersebut para pembaca yang budiman dapat membeli kasetnya di toko kaset terlengkap. Misalnya Popeye di jogja, atau toko kaset di dekat Jl Jaksa Jakpus. Syukur-syukur kita bisa nembang sendiri supaya lebih berenergi.
  4. Tekad bulat, ketangga, keketeg ing angga. Sebelum kegiatan mengajar dimulai atau saat akan berangkat ke tempat mengajar,  konsentrasi lah dahulu untuk mengajak sedulur kembar dansedulur papat kiblat serta kelima pancer-nya agar ikut andil dalam proses mengajar. Untuk kalimat yang diucapkan silahkan dibuka posting saya terdahulu FAQ; MEMBANGUN LAKU PRIHATIN.
  5. Hargailah seluruh makhluk. Dalam kesempatan khusus, saat telah sampai di tempat mengajar, sempatkan untuk sekedar permisi dan minta semua kekuatan dan makhluk tuhan yangg tinggal di sekitar sekolahan, baik yang tampak maupun tidak tampak, termasuk lingkungan alam, pepohonan, dan ke-empat unsur alam, agar energinya selalu bersinergi dan harmoni dengan getaran ketulusan kita.
  6. Sinergikan dan harmonisasikan dengan alam semesta. Saat mau mulai mengajar, heningkan cipta terlebih dulu. Ucapkan; “aku ora ndidik ragane murid-muridku, nanging ndidik jabang bayine murid-muridku kabehKyai among nyai among, kabeh kang ngemongi anak didikku ewang-ewangono supaya pada mbangun-turut, dadi bocah kang pinter lan mulya dunya akhirate, mangerteni apa sejating urip. Kabeh saka kersaning Gusti.  (Artinya; Aku tidak mendidik raga para murid-muridku, tetapi mendidik jabang bayinya murid-muridku kabeh. Kyai among nyai among, semua unsur gaib yang membimbing anak didikku, bantulah supaya anak didik hormat dan patuh, menjadi anak yang pandai dan mulia dunia akhiratnya, memahami kehidupan yang sejati. Semuanya atas kodrat Tuhan).
  7. Jadikan pekerjaan kita sebagai ladang amal. Oleh sebab itu, libatkan hati dalam setiap pekerjaan. Tetapkan apa tujuan menjadi seorang pengajar atau guru. Jangan bertujuan untuk mencari makan atau mendapatkan gaji bulanan. Tetapi tetapkan tujuan untuk membagi ilmu pengetahuan kepada semua orang yang memerlukan. Agar supaya mereka dapat menentukan dan merubah nasibnya menjadi lebih baik lagi.  Saat kita mengajar, sama saja kita sedang menolong orang banyak. Perlu saya garis bawahi bahwa membantu orang lain memiliki “kredit point” yang sangat besar. Urut-urutannya adalah ; pertama, menolong keselamatan jiwa orang lain. Kedua, menolong nasib atau membukakan jalan hidup bagi orang lain. Nah, bila kita bisa menetapkan tujuan di atas, sama halnya kita telah menghayati ajaran; tanamlah padi, maka rumput akan ikut tumbuh. Menanam padi sebagai kiasan akan amal kebaikan, menolong, membantu, memberi kemudahan, mempererat tali persaudaraan atau silaturahmi. Rumput yang ikut tumbuh sebagai kiasan rejeki yang akan selalu mengikuti setiap kita berbuat kebaikan kepada seluruh makhluk. Maka dalam bekerjaa menjalankan tugas pun hendaknya kita selalu menghayati tapa ngrameRame ing gawe, sepi ing pamrih.
  8. Tapa mendhem. Jangan pernah mengungkit-ungkit kebaikan yang pernah kita lakukan kepada siapapun dengan dalih untuk melehke, atau agar supaya ia malu dan merasa berhutang jasa budi baik. Termasuk jasa-jasa seorang guru kepada murid-muridnya. Sebaliknya ingatlah baik-baik jasa para murid yang pernah dilakukan kepada guru. Dikiaskan, tulislah kebaikan orang lain di atas batu agar tak mudah kita lupakan, tulislah kebaikan yang pernah kita lakukan di atas tanah agar segera kita lupakan.
Demikianlah beberapa kiat sukses dalam mendidik/mengajar anak didik. Masih banyak lagi kiat-kiat sukses dalam bentuk yang lebih teknis, tetapi yang saya anggap paling utama adalah ke-delapan point di atas. Nyuwun dukakepada para pembaca yang budiman sekiranya ada kalimat yang terasa menggurui dan kurang sopan. Hanya kiat-kiat tersebut di atas yang bisa saya persembahkan kepada siapapun yang membutuhkan. Terimakasih kepada Bapak laku perihatin yang telah memotivasi saya menulis posting di atas dan terkesan amburadul karena memang mendadak untuk sekaligus menjawab pertanyaan panjenengan pada list komentar. Mumpung ada waktu minum kopi sambil ngebul di pinggir jalanan, itung-itung bisa sambil bikin corat-coret di atas. Kiat-kiat di atas memang tampak sepele, namun ajaran ini bila dihayati akan memiliki kekuatan yang dahsyat, menjadikan diri kita seumpama medan magnet yang akan mempunyai daya tarik terhadap semua unsur yang positif. Kebaikan yang kita lakukan akan berbalik kepada diri kita sendiri secara berlipat ganda. Begitulah salah satu rumus atau hukum yang ada di jagad raya ini. Sumonggo silahkan dibuktikan. Salam sukses, rahayu karaharjan untuk semua.
sumber http://sabdalangit.wordpress.com/2010/03/12/kiat-sukses-mendidik-anak/#more-1365