Minggu, 11 November 2012

Kasih Sayang Seorang Ayah


Seorang gadis yang sangat cantik, tinggi dan berkulit putih, dia bernama dina. Dia tinggal sebuah daerah yaitu SIDAYU. Dia tinggal bersama mamanya dan ayah tirinya.
Dina adalah anak yang lemah lembut, tapi, sejak ayah dan ibunya berpisah, Dia menjadi anak yang nakal, dan tidak punya sopan santun. Dina memilih tinggal bersama mama nya, sejak itu lah, hubungan Dina dengan ayahnya mulai berkurang. Dina yang tidak diperbolehkan mamanya berhubungan lagi dengan ayahnya.
Suatu ketika, ayah nya menelfon Dina karena ayahnya kangen sama dina, tapi sayangnya dina menjawab telfon dengan suara yang keras dan tidak sopan santun.
“ ngapain kamu nelfon aku ?, aku bukan anak mu lagi”
“ ini aku ayahmu nak, ayah kandung kamu”. Dengan sabar ayahnya menjawab dengan perlahan, ayahnya tidak mau Dina semakin benci sama ayahnya. Pada saat itu Dina langsung mematikan hp nya, Dina hanya berbicara baik kepada ayahnya kalau Dia lagi membutuhkan uangnya.
Semua temannya banyak yang memberi nasehat kepada Dina, agar lebih sopan pada ayahnya, semua temannya sangatlah prihatin kepada Dina dengan sikapnya tersebut.
“Dina, itu ayah kandung kamu, kamu tidak sepantasnya berbicara kasar seperti itu, meskipun ayah mu sudah bercerai degna mama mu, bukan berarti dia bukan ayah kamu lagi din.”. kata temannya
“ tau apa sih kamu tentang keluarga aku, kamu itu sok tau ya, jadi orang jangan sok tau deh, urus aja sana keluarga kamu, udah benar apa belum.” Jawab Dina dengan wajah marah
Mama nya Dina telah salah mendidik anaknya, karena Dina menjadi benci kepada ayahnya karena mama nya yang tidak memperboleh kan Dina untuk berhubungan lagi dengan ayahnya.
Suatu ketika, Dina kehabisan uang dan tidak berani meminta mama nya, dan akhirnya Dina pun menelfon ayahnya untuk segera mengirimkan uang secepatnya.
“ayah, ayah sekarang ada dimana ?, Dina lagi butuh banget nih sama ayah” ucap Dina.
“iya nak ada apa ??”. jawab ayah dengan tersenyum bahagia karena mendengar perkataan dina yang sangat sopan kepada ayah nya.
“ayah, aku lagi butuh uang sekarang nih yah, ayah mau tidak kirim uang ditabungan aku sekarang ?”. tanya Dina
Ayahnya yang mendengar Dina membutuhka uang, ayahnya tidak berfikir dua kali lagi. Dan ayahnya yang tidak mau Dina kesulitan, pada saat itu juga Ayahnya langsung mengirim uang pada tabungan Dina. Ayahnya sangat lah sayang pada Dina, meskipun ayahnya diperlakukan seperti itu sama Dina, tapi ayahnya masih sabar dan masih sayang pada Dina.
Dina yang memilih ikut dengan mamanya dan ayah tirinya, dan Dia sekarang memilih lebih patuh terhadap ayah tirinya, meskipun ayah tirinya tersebut tidak sebegitu sayang terhadap Dina. Ayah tirinya telah memiliki dua anak yang masih kecil. Dina sangat tidak sadar bahwa yang telah dia pillih adalah salah. Ayah tirinya memang baik, karena ayah nya kaya raya, jadi Dina bisa membeli barang apa saja yg dia mau.
Mama nya yang pernah bilang pada Dina “ jangan pernah menerima uang atau pun barang dari ayah mu yang dulu, orang yang pantas kamu panggil ayah adalah ayah yang sekarang”. Kata mamanya. Dina yang pada saat itu baru memasuki masa remajanya, dan sifatnya masih kekanak-kanakan, dia selalu menuruti apa kata mamanya, karena dia sangat takut pada mamanya.
“mama, kenapa aku harus membenci ayah aku ?” tanya Dina pada mamanya.
“ayah kamu itu tidak pantas untuk kamu nak, dia ayah yang sangat jahat” jawab mama.
Dina yang teringat pada masa kecil nya dulu, ayah lha yang mengajari dia menaiki sepeda, sehingga dia bisa menaiki sepeda, ayah yang selalu tegas dalam hal apa pun. Tapi Dina selalu berfikir bahwa ayah nya adalah orang yang jahat, yang tega meninggalkan Dina dan mama nya. Dina pernah mengirim sebuah pesan kecil kepada ayahnya, “kamu ayah yang jahat, yang tega meninggalkan Dina dan mama”.
Dina yang tidak tau mana yg benar dan mana yang salah, dina selalu mengirim pesan kepada ayah nya dengan tulisan “AYAH JAHAT” , tapi ayahnya selalu tegar dalam menghadapi sikap Dina, ayahnya selalu mengirim pesan, menelfon Dina setiap saat, selagi ayah nya bisa, meskipun dengan balasan yang tidak seharusnya diterima oleh ayah, dengan kata-kata kasar.
Dina yang sekarang menjadi anak remaja, dina selau pergi dengan teman-temannya sampai larut malam, meskipun ayah nya tidak satu rumah sama Dina, tapi ayah Dina selalu memantau keadaan Dina. Ayahnya yang pernah melihat dina keluar malam, ayah nya langsung mengirim pesan kepada Dina, dengan kalimat-kalimat nasehat.
“nak, kamu seorang perempuan, tidak sepantas nya kamu keluar malam kaya gitu nak”. Kata ayah
“tau apa sih kamu tentang aku, mama aku aja gak melarang sama sekali, dasar orang tua, ikut campur urusan anak remaja aja” jawab Dina dengan nada yang kasar.
Nasehat dari ayah tersebut, Dina menganggap bahwa itu adalah nasehat yang tidak penting, yang tidak untuk diperdengar. Dina merasa terganggu dengan nasehat-nasehat dari ayahnya.
Pada suatu ketika ayah nya yang sedang tidak punya uang, tiba-tiba Dina meminta uang pada ayahnya, Dina yang memaksa ayah nya untuk mengasih dia uang, tapi ayah nya hanya bisa diam dan tersenyum melihat tingkah laku Dina. Dina akhirnya marah dan mengucapkan kata-kata yanng sangat menyakiti ayah nya.
“KURANG AJAR, APA SIH SUSAHNYA NGASIH UANG, DASAR !!”
Ayahnya yang mendengar ucapan Dina tersebut, hanya bisa diam, seorang ayah tidak mungkin meneteskan air matanya, tapi dalam hatinya, ayah menagis menjerit, melihat tingkah laku anaknya seperti itu. Dina yang melihat ayahnya seperti itu bukannya meminta maaf, tapi dia malah langsung pergi dan memaki-maki ayahnya.
Dina langsung pulang kerumah mamanya, “ kamu dari mana aja dina?”. Tanya mamanya
“ baru pulang dari rumah teman ma, habis kerja kelompok”. Jawab dina dengan perkataan yang gugup. Mama Dina yang pada saat itu berpura-pura percaya pada Dina, padahal mamanya curiga dengan gerak-gerik Dina yang aneh. Mamanya yang harus sering-sering memantau Dina karena kecurigaan nya tersebut. Tapi, Dina mengetahui bahwa mamanya hanyalah berpura-pura percaya pada Dina. Dina sangatlah berhati-hati ketika bepergian kemana-mana.
Dina yang pada saat itu mau keluar malam, tiba-tiba didepan pintu ada seorang wanita yang berdiri, dan itu ternyata mamanya sendiri. Mamanya menanyai kemana Dina mau pergi. “ kamu mau pergi kemanan ?”. tanya mamanya
“ aku mau pergi jalan-jalan sama teman-teman ma, emangnya kenapa ma ?”. tanya kembali
“ kamu beneran mau pergi sama teman-teman kamu ?, kamu tidak pergi sama ayah mu yang jahat itu kan ?”.
“ gak lha ma, aku gak mungkin mau pergi sama orang itu lagi “. Jawab dina.
Mendengar perkataan dari Dina, mamanya merasa lega dan memperbolehkan Dina untuk keluar malam. Mamanya hanya berpesan pada Dina agar tidak pulang malam-malam.
Tapi, Dina pergi kerumah ayahnya untuk meminta uang buat pergi jalan-jalan sama teman-teman nya. Dina yang tidak diperbolehkan ayahnya buat keluar malam, karena takut Dina tersesat dengan pergaulan bebas. Dina memarahi ayahnya yang melarangnya buat keluar malam.
“Lo kira aku ini nenek-nenek apa ?, aku ini anak remaja, butuh hiburan malam ya.” Ucap Dina
“ tapi, itu tidak baik buat amu nak, ayah sangat khawatir dengan keadaan kamu nak”. Jawab ayahnya
“ udah deh, aku kesini Cuma minta uang, kenapa harus mendengar ceramah-ceramah yang tidak penting ini, bosen tau mendengar ceramah-ceramah kamu, kalau tidak punya uang bilang saja, aku gak an minta kok”. Jawab Dina sambil meninggalkan rumah ayahnya.
Dina yang berharap ayahnya memanggil namanya dan mengasih uang, tapi, tidak tepat dengan harapan Dina. Ayahnya malah tersenyum melihat Dina seperti itu. Dina melihat ayahnya tersenyum, semakin marah Dina terhadap ayahnya.
Dina akhirnya pergi malam untuk jalan-jalan dan bersenang-senang dengan teman-temannya. pada saat Dina pulang, ternyata mamanya mengetahui bahwa Dina malam itu pergi ke rumah ayah kandung nya, mamanya sangat marah dan menatap Dina dengan raut wajah yang sangat kejam.
“ kamu dari mana aja ?”. tanya mamanya.
“ aku habis jalan-jalan ma sama teman-teman aku, ada apa sih ma, kok kayaknya curiga banget sama aku ..?” kata Dinda
“ kamu jawab yang jujur, kamu pergi kemana aja ?, apakah kamu ke rumah ayah mu yang jahat itu ??, mama kan udah pernah bilang, jangan berhubungan lagi sama laki-laki itu, laki-laki itu bukan lagi ayah kamu, kamu ngerti gak sih Din ?, jawab yang jujur?”. Tanya mamanya dengan suara yang keras dan kasar
“ iya ma, aku tadi pergi kerumah ayah, tapi aku Cuma minta uang sama dia ma, aku gak bakal ulangin lagi kok ma perbuatan itu”. Jawab Dina.
Mamanya yang hampir menampar pipi Dina, tapi ditahan dengan ayah kandungnya Dina, mamanya kaget melihat kedatangan ayahnya. Dina langdung memeluk ayahnya karena takut dengan mamanya.
“ kamu tidak pantas menampar Dina, dia anak yang tidak punya dosa, dia tidak punya salah apa-apa, kenapa kamu melarang Dina untuk berhubungan dengan aku lagi, aku ini ayah kandungnya??”. Tanya ayahnya kepada mamanya Dina.
Mamanya hanya bisa diam mendengar perkataan itu, dan tidak bisa menjawab dengan satu kata pun.
Dan akhirnya Dina menyadari bahwa ayahnya adalah orang yang sangat baik terhadap Dina, Dina meminta maaf kepada ayahnya, Dina menyesali dengan perbuatanya tersebut, dan Dina akhirnya memilih untuk tinggal bersama ayahnya. Meskipun Dina tinggal bersama ayahnya, tapi, ayahnya tidak pernah melarang Dina untuk bertemu sama mama nya, karena menurut ayahnya, tidak ada kata mantan buat orang tua, dan tidak ada yang bisa menggantikan kebaikan kedua orang tua. Meraka saling berhubungan satu sama lain.
Dina hidup bahagia melihat mama dan ayahnya sudah baikan, meskipun tidak untuk kembali berkeluarga, karena mamanya Dina sudah mempunyai keluarga baru. Yang di inginkan Dina hanya ingin melihat mama dan ayahnya bahagia. Dina selalu menyesali apa yang pernah diperbuat kepada ayahnya, dan tidak ada yang bisa menggantikan ayah kandung nya lagi.


sumber : http://www.resensi.net/kasih-sayang-seorang-ayah/2012/10/#ixzz2BrnvyFCr

Senin, 05 November 2012

Penyakit-Penyakit pada Tanaman Karet

Management Disease on Rubber Plants (credited to Chairil Anwar) 

Lebih 25 jenis penyakit menimbulkan kerusakan di perkebunan karet. Penyakit tersebut dapat digolongkan berdasarkan nilai kerugian ekonomis yang ditimbulkannya. Penyakit tanaman karet yang umum ditemukan pada perkebunan adalah :

Penyakit Akar Putih Rigidoporus microporus
Penyakit akar putih disebabkan oleh jamur Rigidoporus microporus (Rigidoporus lignosus). Penyakit ini mengakibatkan kerusakan pada akar tanaman. Gejala pada daun terlihat pucat kuning dan tepi atau ujung daun terlipat ke dalam. Kemudian daun gugur dan ujung ranting menjadi mati. Ada kalanya terbentuk daun muda, atau bunga dan buah lebih awal. Pada perakaran tanaman sakit tampak benang-benang jamur berwarna putih dan agak tebal (rizomorf). Jamur kadang-kadang membentuk badan buah mirip topi berwarna jingga kekuning-kuningan pada pangkal akar tanaman. Pada serangan berat, akar tanaman menjadi busuk sehingga tanaman mudah tumbang dan mati. Kematian tanaman sering merambat pada tanaman tetangganya. Penularan jamur biasanya berlangsung melalui kontak akar tanaman sehat ke tunggultunggul, sisa akar tanaman atau perakaran tanaman sakit. Penyakit akar putih sering dijumpai pada tanaman karet umur 1-5 tahun terutama pada pertanaman yang bersemak, banyak tunggul atau sisa akar tanaman dan pada tanah gembur atau berpasir. Pengobatan tanaman sakit sebaiknya dilakukan pada waktu serangan dini untuk mendapatkan keberhasilan pengobatan dan mengurangi resiko kematian tanaman. Bila pengobatan dilakukan pada waktu serangan lanjut maka keberhasilan pengobatan hanya mencapai di bawah 80%. Cara penggunaan dan jenis fungisida anjuran yang dianjurkan adalah :
Pengolesan : Calixin CP, Fomac 2, Ingro Pasta 20 PA dan Shell CP.
Penyiraman : Alto 100 SL, Anvil 50 SC, Bayfidan 250 EC, Bayleton 250 EC,
Calixin 750 EC, Sumiate 12,5 WP dan Vectra 100 SC.
Penaburan : Anjap P, Biotri P, Bayfidan 3 G, Belerang dan Triko SP+


Kekeringan Alur Sadap (Tapping Panel Dryness, Brown Bast)

Penyakit kekeringan alur sadap mengakibatkan kekeringan alur sadap sehingga tidak mengalirkan lateks, namun penyakit ini tidak mematikan tanaman. Penyakit ini disebabkan oleh penyadapan yang terlalu sering, terlebih jika disertai dengan penggunaan bahan perangsang lateks ethepon. Adanya kekeringan alur sadap mula-mula ditandai dengan tidak mengalirnya lateks pada sebagian alur sadap. Kemu-dian dalam beberapa minggu saja kese-luruhan alur sadap ini kering tidak me-ngeluarkan lateks. Bagian yang kering akan berubah warnanya menjadi cokelat karena pada bagian ini terbentuk gum (blendok).

Kekeringan kulit tersebut dapat meluas ke kulit lainnya yang seumur, tetapi tidak meluas dari kulit perawan ke kulit pulihan atau sebaliknya. Gejala lain yang ditimbulkan penyakit ini adalah terjadinya pecah-pecah pada kulit dan pembengkakan atau tonjolan pada batang tanaman.
Pengendalian penyakit ini dilakukan dengan: Menghindari penyadapan yang terlalu sering dan mengurangi pemakaian Ethepon terutama pada klon yang rentan terhadap kering alur sadap yaitu BPM 1, PB 235, PB 260, PB 330, PR 261 dan RRIC 100. Bila terjadi penurunan kadar karet kering yang terus menerus pada lateks yang dipungut serta peningkatan jumlah pohon yang terkena kering alur sadap sampai 10% pada seluruh areal, maka penyadapan diturunkan intensitasnya dari 1/2S d/2 menjadi 1/2S d/3 atau 1/2S d/4, dan penggunaan Ethepon dikurangi atau dihentikan untuk mencegah agar pohon-pohon lainnya tidak mengalami kering alur sadap.

Pengerokan kulit yang kering sampai batas 3-4 mm dari kambium dengan memakai pisau sadap atau alat pengerok. Kulit yang dikerok dioles dengan bahan perangsang pertumbuhan kulit NoBB atau Antico F-96 sekali satu bulan dengan 3 ulangan. Pengolesan NoBB harus diikuti dengan penyemprotan pestisida Matador 25 EC pada bagian yang dioles sekali seminggu untuk mencegah masuknya kumbang penggerek. Penyadapan dapat dilanjutkan di bawah kulit yang kering atau di panel lainnya yang sehat dengan intensitas rendah (1/2S d/3 atau 1/2S d/4). Hindari penggunaan Ethepon pada pohon yang kena kekeringan alur sadap. Pohon yang mengalami kekeringan alur sadap perlu diberikan pupuk ekstra untuk mempercepat pemulihan kulit.

SUMBER  http://karetalam.com/article/disease

Kamis, 14 Juni 2012

Bagaimana menjadi sebuah Magnet-Berkat

6 STRATEGI UNTUK MENJADI POSITIF DLM DUNIA YG NEGATIF


Saya tidak tahu harus bersikap bagaimana.Saya membaca pesan pada HP saya.

"Ms. Chiqui Lara, jam 7:30 pagi, Hotel Intercon."

Saya akan makan pagi bersama Presiden dan CEO sebuah perusahaan multi- nasional yang berbasis di London.Saya mulai berandai-andai.Saya membayangkan wanita yang menduduki jabatan Presiden ini pastilah seorang yang berpostur tinggi, impresif, wanita hebat dalam balutan setelan berwarna gelap, bersepatu tumit tinggi, lengkap dengan tas kantor dari kulit.

Saya sangat kaget ketika berjalan masuk seorang wanita yang usianya terlihat tidak lebih dari kepala 5 (menurut saya), mengenakan blus putih polos, celana panjang hitam, dan sebuah senyuman yang lembut. Tanpa make-up. Tanpa perhiasan. Tanpa tas kantor.

Ia menghampiri saya dan mengulurkan tangannya.(Juga tidak bercat kuku.)Segera, saya merasakan sesuatu yang spesial dari wanita ini.Apakah itu kedamaian batin?

Saya baru tahu mengapa setelahnya.

Dua tahun lalu, Chiqui didiagnosa terkena kanker."Persisnya dua kanker utama," katanya. Artinya dua tumor ganas tumbuh dalam ovarium dan rahimnya pada saat yang bersamaan.Semua orang mengira akan melihat seorang wanita yang hancur.Namun sebaliknya, justru pada masa pencobaan itu orang-orang melihat betapa luar biasa positifnya Chiqui.

Mata saya mulai basah (yang saya seka ketika ia tidak melihat) mendengarkan ia menuturkan bagaimana keluarga dan para sahabatnya mengasihinya di saat ia membutuhkannya. "Bo, saya dikelilingi oleh kasih yang luar biasa!".Hari ini, kankernya tidak ada lagi.

Saya bertanya padanya, "Chiqui, apa yang membuat Anda menjadi seorang yang begitu positif?". "Keluarga saya," ia tersenyum. "Saya menerima cinta yang melimpah dari mereka."Ia memberi sebuah contoh yang sangat luar biasa tentang kasih yang ia alami.

"Natal bertahun-tahun yang lalu, sebuah panti asuhan mengadakan suatu program yang disebut Share-A-Home (Berbagi Sebuah Rumah). Hanya selama liburan Natal, orang tua saya sepakat untuk menerima dua anak yatim piatu, kembar laki-laki, berusia satu setengah tahun. Tapi setelah satu minggu berlalu, ibu saya tidak mengembalikan mereka ke panti asuhan. Kedua anak kembar itu harusnya tinggal bersama kami selama satu minggu. Mereka telah tinggal bersama kami selama 25 tahun."

Ia juga menceritakan pada saya kisah lain yang menyentuh."Ayah saya meninggal dalam usia 72. Pada hari terakhir pemakaman, keluarganya yang lain muncul. Seorang wanita dan tiga anak..."

"Oh tidak...," kata saya.

"Ya. Kami sangat terkejut."

"Tak seorangpun mengetahuinya?" tanya saya.
"Tak seorangpun tahu. Ayah saya selalu pulang ke rumah setiap hari. Jadi ketika keluarganya yang lain muncul, saya ingat kalau saya berbicara pada ibu saya dan bertanya, "Apa yang harus kita lakukan?" Ibu saya menjawab singkat, "Saya sudah memaafkannya."

Saya melongo.
"Ya," kata Chiqui, "Itulah tipe ibu yang saya miliki. Ia memiliki kasih yang melimpah untuk diberikan. Sekarang Anda tahu mengapa saya seperti ini."

"Amin."

"Saya sangat diberkati,Bo. Saya sungguh diberkati"

Dalam usia 32, ia sudah menjadi seorang Presiden dari sebuah perusahaan periklanan raksasa, dan kemudian, sebagai Vice Chairman.Sekarang, ia adalah Presiden dan CEO dari sebuah perusahaan fantastis, Y&R Philippines, bagian dari perusahaan multi-nasional yang sudah berumur 60 tahun.

Dalam terminologi saya, Chiqui adalah sebuah "Magnet Berkat".
 Mengapa? Karena ia menarik banyak berkat dengan caranya berpikir, merasa, percaya, dan bertindak.

 Berikut adalah 6 cara bagaimana Anda dapat menjadi sebuah magnet-berkat, dan menjadi positif dalam sebuah dunia yang negatif:

1. Rasakan cinta. Terima cinta dari orang-orang di sekeliling Anda, tidak perduli betapa kecil dan tidak sempurnanya cinta itu. Rayakan setiap isyarat cinta yang Anda terima. Jadikan itu sebagai suatu hal besar! Dan Anda akan menemukan bahwa Anda akan menerima cinta yang lebih dan lebih lagi.

2. Bersyukur. Bersyukurlah untuk setiap berkat kecil yang Anda terima. Sebelum tidur, hitunglah paling tidak 5 berkat yang Anda terima pada hari itu. Bahkan bersyukurlah untuk hal-hal buruk, karena pasti ada berkat di dalamnya. Rasa syukur menarik leibh banyak berkat untuk menghampiri Anda.

3. Percaya. Ya, lakukan semua yang dapat Anda lakukan! Tapi pada akhirnya, berhentilah merasa kuatir. Sebaliknya, bersandar dan percayalah pada Tuhan. Percaya bahwa yang terbaik akan datang.

4. Miliki sebuah visi. Saat Anda mempunyai sebuah visi yang terperinci, tergambar, mengobarkan semangat dalam hati Anda, Anda pasti akan menjadi positif. Dan ini adalah pengalaman hidup saya yang sangat nyata : Visi yang sangat kuat dalam bayangan Anda akan menarik semua berkat yang Anda butuhkan untuk memenuhi visi tersebut. Anda akan terkejut. Berkat-berkat itu akan datang begitu saja, bergulir ke kaki Anda, memohon Anda untuk menerimanya.

5. Cintai diri Anda. Bersungguh-sungguh dalam mencintai diri Anda. Hormati diri Anda. Jangan meremehkan diri Anda, jangan membatasi diri Anda, dan jangan menghina diri Anda. Penuhi kebutuhan Anda. Perhatikan diri Anda dengan seksama. Jika Anda lakukan itu, orang lain akan menghormati Anda, mencintai Anda, dan memenuhi kebutuhan Anda juga.

6. Cintai orang lain. Apapun kasih yang Anda beri, Anda akan menerimanya kembali berlipat-ganda. Karena itu bangunlah setiap pagi karena Anda ingin mencintai. Jadikan cinta sebagai tujuan hidup Anda. Ketika Anda menjadikan cinta sebagai alasan untuk segala sesuatu yang Anda lakukan, sekalipun jika badai gelap menyelimuti Anda, matahari akan selalu bersinar dalam hati Anda.

Semoga mimpi Anda menjadi kenyataan................
Source: NN